Blazer adalah mantan pejabat teras federasi sepakbola Amerika Serikat yang juga anggota Komite Eksekutif FIFA dari 1996 sampai 2013, serta mantan sekjen CONCACAF.
Dia berhasil didekati oleh FBI dan kemudian banyak membantu investigasi yang dilakukan biro federal Amerika itu sejak tahun 2011.
Dalam sebuah laporannya, New York Daily News menulis bahwa Blazer hidup mewah semasa menjadi pejabat CONCACAF, yang berkantor di Menara (Donald) Trump, tempat ia bertahun-tahun lamanya bekerja dan berkawan dekat dengan presiden organisasi tersebut, Jack Warner. Mereka terdepak dari CONCACAF setelah pecah kongsi di tengah isu skandal suap untuk pemilihan FIFA di tahun 2011, yang dimenangi oleh Blatter.
Sejak itu Blazer mulai didekati FBI dan kemudian kooperatif. Dia diam-diam membantu investigasi federal dengan merekam obrolan sejumlah petinggi FIFA saat berlangsungnya Olimpiade 2012, di sejumlah kota termasuk New York. Dia diyakini telah memberi cukup banyak informasi kepada FBI terkait perputaran uang "haram" di FIFA.
Blazer, yang sakit serius sejak tahun lalu dan dirawat di sebuah rumah sakit di New York, terdepak dari kursi Komite Eksekutif FIFA di tahun 2013.
Hari ini tim Advokasi #IndonesiaVSMafiaBola memunculkan sosok berinisial 'BS'. Pria yang disebut pernah jadi pemain dan pelatih itu disebut-sebut sebagai saksi kunci untuk membongkar dugaan praktik suap-menyuap dan pengaturan skor pertandingan sepakbola di Indonesia.
Menurut tim Advokasi, BS sudah melakoni peran sebagai "perantara" match fixing sejak awal 2000.
βBS ini mengaku dia pernah misalnya menyuap pemain, pernah menyuap pelatih di berbagai pertandingan. Jadi dia sudah bermain sejak tahun 2000-2015,β kata M. Isnur yang merupakan bagian dari tim Advokasi #IndonesiavsMafiabola, di Jakarta, Selasa (16/6/2015).
βKami tidak tahu motifnya BS. Tapi yang jelas dia (BS) bilang ingin bertobat," tambahnya.
(a2s/fem)











































