sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Rabu, 24 Jun 2015 14:13 WIB

Sudah 2 Tahun Gaji Belum Juga Dibayar, Pemain Asing Ini Akan Surati Presiden

Amalia Dwi Septi - detikSport
Jakarta -

Masih ingat dengan Shin Hyun Joon yang 2 tahun lalu mengadukan nasib ke PSSI lantaran belum digaji klub? Sampai detik ini gaji pemain asing asal Korea Selatan itu belum juga dilunasi. Ia pun akan menyurati Presiden, Menpora, Kapolri, dan Kedubes Korsel.

Shin merupakan mantan pemain yang di antaranya pernah membela Perseman Manokwari. Dia tertunggak gajinya sebesar Rp 500 juta di klub ini.

Tak hanya di Perseman, Shin juga belum mendapatkan haknya dari dua klub sebelumnya yakni Deltras Sidoarjo sebesar Rp 100 juta dan PSMS Medan Rp 150 juta. Total, ada Rp 750 juta gaji Shin yang masih belum dibayarkan oleh tiga klub Indonesia.

Shin sebenarnya pernah mencoba melaporkan masalah ini kepada PSSI pada 2013 lalu. Namun, tak ada tanggapan lebih lanjut dari federasi sepakbola Indonesia itu. Mereka bahkan main lempar tanggung jawab, dengan menyuruhnya melaporkan kepada PT Liga Indonesia dan APPI.

Hampir dua tahun lamanya bukan waktu yang sebentar bagi Shin untuk menunggu gajinya dibayar. Merasa kesabarannya telah habis, dia akhirnya berusaha menemui Menpora Imam Nahrawi.

Kedatangannya itu juga sekaligus menyampaikan surat laporan tentang nasibnya kepada Menpora. Dia juga bakal mengirimkan surat kepada Presiden, Kapolri, dan Kedubes Korsel.

"Saya sudah siapkan surat untuk Presiden, Menpora, Kapolri dan Dubes Korsel. Semua saya sampaikan bukti-bukti, semua ada di dalam surat itu," ujar Shin saat ditemui di kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Rabu (24/6/2015).

"Saya sudah mencoba menghubungi manajemen klub tapi mereka tak pernah menjawab. Telepon saya juga diblok sama mereka. Saya sudah tidak tahu lagi mau bagaimana," lanjutnya.

Akibat penunggakan gaji yang dialaminya, pemain berposisi gelandang itu luntang-lantung di Jakarta karena tak memiliki uang untuk pulang ke negara asalnya. Dia membiayai hidup sehari-harinya melalui turnamen tarkam.

"Saya main tarkam di mana saja, di Jakarta, Bekasi, yang penting saya dapat uang. Buat makan saja saya sulit, saya cuma bisa makan warteg kadang ketoprak," tuturnya.

Shin berharap pemerintah, kepolisian, dan Kedubes Korsel bisa segera membantunya untuk meminta haknya kepada klub-klub tersebut. "Saya berharap ada kepastian soal nasib saya itu saja. Semoga mereka mau membantu," harap Shin.

(ads/krs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com