Pemain Persik Ini Sempat Trauma Bermain Bola

Pemain Persik Ini Sempat Trauma Bermain Bola

Mercy Raya - Sepakbola
Kamis, 25 Jun 2015 03:17 WIB
Jakarta -

Bisa bermain di klub Liga Indonesia adalah menjadi kebanggaan tersendiri bagi seorang pesepakbola. Sayangnya kebanggaan tersebut bisa langsung hilang ketika hak yang seharusnya diberikan justru tidak didapat.

Hal inilah yang dialami Anwar Udin dan Ramadhan Saputra. Mereka mungkin hanya salah dua dari banyak pesepakbola lokal yang ditunggak gajinya oleh klub. Karena kenyataannya banyak klub yang justru semena-mena terhadap hak pemain dan bahkan cenderung mengabaikan kewajiban mereka.

Baik Anwar dan Ramadhan ditunggak gajinya oleh klub selama empat bulan periode Agustus hingga November 2014, serta 25 persen uang muka dari kontrak mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, memasuki pertengah tahun 2015 tidak ada itikad baik dari Persik untuk melunasi, meski berulangkali mereka sudah meminta bantuan dari walikota Kediri untuk melakukan mediasi dengan klub.

Anwar sendiri mengaku trauma atas kejadian yang menimpanya. Apalagi sejak tim Persik bubar, kondisi psikologis sedikti terganggung.

"Dibilang trauma ya bagaimana ya. Saya itu sempat tidak mau main bola sampai dua bulan (Desember 2014-Januari 2015) karena melihat kejadian kemarin," tutur Anwar.

Bahkan ia menolak tawaran ikut tarkam (turnamen antar kampung) dari rekan setimnya, Edi Kurnia karena sudah tidak percaya lagi dengan sepakbola Indonesia.

"Dia ngajak main tarkam di Bantul tapi saya tolak. Saya lebih memilih mancing saja, karena saat ini kondisinya serba tidak menentu," sambungnya.

Berbeda dengan Anwar, Ramadhan justru beberapa kali ikut tarkam demi menyambung hidupnya.

"Main tarkam itu bayarannya lumayan Rp 300 ribu sekali main. Kadang kalau bos-bos yang baik ya maksimal bisa dapat Rp 500 ribu."

Lebih lanjut, Ramadhan masih berharap bisa main di Liga Indonesia kendati ia juga masih harus melihat kompetisinya seperti apa.

"Saya masih ingin bermain di liga profesional tapi untuk saat ini saya masih harus melihat dulu kompetisinya seperti apa," katanya.

(mcy/mrp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads