(mel/)
Persita Ajukan Surat Pengunduran Diri
PSSI Diberi Waktu Dua Hari Untuk Menjawab
- detikSepakbola
Jakarta - Persita Tangerang akhirnya menyerahkan surat pengunduran diri dari kompetisi Liga Djarum Indonesia 2005 kepada PSSI. Namun PSSI berhasil meminta Persita memikirkan kembali niatnya hingga dua hari kedepan. Pengurus Persita memenuhi janjinya untuk menyerahkan surat pengunduran diri kepada PSSI. Di akhir acara rapat kerja jajaran Pemkab Tangerang dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR, Senayan, Senin (21/2/2005) siang, Ketua Umum Persita, Ismet Iskandar menyerahkan langsung surat pengunduran diri tersebut kepada Pjs. Ketua Umum PSSI, Agusman Effendi.Namun, Agusman segera meminta Persita untuk mengurungkan niatnya. Setelah diadakan negosiasi, Persita meminta dalam waktu 3 X 24 jam PSSI harus memberikan jawaban. Bila hingga Kamis (24/2) Persita ditetapkan masih di Wilayah II, maka klub secara otomatis langsung mundur."Kami dijanjikan Pak Agusman Effendi untuk bersabar dulu, dan katanya kami akan dipanggil sebelum tanggal 26 (Januari) nanti. Tetapi kami sudah tak mungkin memperpanjang kesabaran itu. Kami hanya punya waktu 3 x 24 jam untuk PSSI," tegas Ismet.Sementara ketika ditemui di sela-sela Raparnas KONI XXX di Gedung Serba Guna Sempaja Samarinda Kaltim, Senin (21/2/2005), Sekretaris Jenderal PSSI Nugraha Besoes menyatakan dirinya sangat menyayangkan jika Persita sampai mundur dari kompetisi hanya karena alasan PSSI tidak mengubah keputusan menempatkan tim Pendekar Cisadane dari Wilayah II ke Wilayah I. Alasan pria yang akrab disapa Nug ini, Persita memiliki materi pemain yang bagus. Yang juga menyayangkan ancaman mundur Persita adalah Pengda PSSI Banten. Dikatakan Sekretaris Pengda PSSI Banten Moh. Soleh, yang ditemui di sela-sela Raparnas, pihaknya tidak pernah mengusulkan Persita untuk mundur dari kompetisi. Namun demikian, PSSI Banten mendukung menuntut PSSI Pusat agar mengubah keputusannya yang menempatkan Persita dari Wilayah II menjadi Wilayah I. "Kita tidak mendukung Persita untuk mundur dari kompetisi," tandas Soleh.
(mel/)
(mel/)










































