Vakumnya kompetisi sepakbola di Indonesia tidak jadi alasan bagi Raphael Maitimo untuk bersantai-santai. Sebagai pemain profesional, dia merasa wajib untuk terus menjaga kebugaran tubuhnya. Salah satu caranya adalah dengan berlatih muay thai.
"Kamu bisa lihat di akun instagram saya," jawabnya ketika detikSport menanyakan di mana bisa melihat aksinya berlatih muay thai.
Hari itu, Sabtu (11/7), Raphael tengah menghadiri acara buka puasa bersama dengan anak yatim yang diadakan oleh Footballicious dan Adidas. Hari itu ia tampil santai dengan kaos bercorak biru-hijau dan celana jins.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika mengunjungi akun instagram-nya, ada satu video yang menunjukkan Raphael sedang berlatih dengan satu orang pelatih di Jakarta Muay Thai Camp. Video tersebut mendapatkan 329 likes dari orang-orang yang melihatnya.
Staying fit chapter 2, part 2 #MuayThai. Essence of training: Stamina, coordination! RafaStaysFit #TeamAdidas pic.twitter.com/1BYqwqgo2h
β Raphael Maitimo (@raphaelmaitimo) July 11, 2015Β
Raphael memang serius untuk urusan menjaga kebugaran tubuh. Meski mengaku kecewa kompetisi berhenti lantaran sanksi yang dijatuhkan FIFA, Raphael memilih untuk melakukan apa yang dia bisa lakukan.
"Saya kecewa. Tapi, sebagai seorang profesional, saya harus jaga kondisi," ucapnya. "Setiap hari saya latihan sendiri."
Ada banyak hal yang dilakukan Raphael untuk menjaga kebugaran tubuhnya. Selain berlatih muay thai, dia juga menjaga kondisinya dengan berlari dan berenang. Di luar itu, dia juga memilih untuk menikmati waktu bersama teman-temannya.
Baginya, berlatih lari dan berenang bagus untuk menjaga stamina. Namun, favoritnya adalah berlatih muay thai. Maitimo berlasan bahwa muay thai tidak hanya membuatnya bugar, tetapi juga menjaga fleksibilitas tubuhnya.
"Muay thai bagus untuk koordinasi tubuh, selain menjaga stamina dan fleksibilitas. Selain itu, bagus untuk melatih speed juga," katanya.
Di luar itu, Raphael tetap mengharapkan agar konflik yang menyebabkan vakumnya kompetisi di tanah air cepat selesai. Dia merasa, para pemain amat dirugikan dengan adanya konflik tersebut.
"Saya berharap, masalah di Indonesia cepat selesai. Kita tidak bisa seperti ini terus karena pemain punya kebutuhan. Saya pikir, kalau situasinya seperti ini, mereka seharusnya bisa memberikan kompensasi untuk pemain."
"Ini seperti membeli mobil. Kamu mengambilnya dari dealer, lalu pergi tanpa bayar. 'Kan tidak bisa seperti itu," kata Raphael.
Raphael juga mengaku, sulit untuk mencari klub di luar Indonesia saat ini karena mayoritas kompetisi sudah berlangsung setengah jalan. Untuk saat ini, dia memilih untuk menjaga kondisinya dulu.
"Saya mau saja main untuk klub luar, tetapi sulit. Karena banyak klub sudah penuh, apalagi ini sudah paruh kedua musim," katanya.











































