Hari Selasa (21/7) kemarin tiga orang dihukum atas keterlibatannya untuk mengatur skor pertandingan Timor Leste versus Malaysia pada akhir Mei lalu. Salah satunya adalah warga negara Indonesia bernama Nasiruddin, yang divonis 30 bulan penjara.
"Singapura tak memberikan toleransi pada korupsi, dan pengaturan skor dalam bentuk apapun tak diperbolehkan di Singapura," bunyi pernyataan Biro Investigasi Praktik Korupsi Singapura (CPIB) yang menangani kasus tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya mengapresiasi aparat di Singapura yang mengambil langkah tegas dan cepat untuk bertindak," ujar Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Imam Nahrawi, di sela-sela acara halal bilhalal di Istana Presiden, Jakarta, Rabu (22/7) siang.
"Ini tentu jadi pelajaran penting bagi pesepakbolaan, tak hanya di Singapura, tapi juga di Indonesia. Bagaimana kita bisa mengambil semangatnya. Misal di Indonesia ada indikasi seperti ini, juga harus diambil langkah tegas. Tidak ada salahnya dilakukan secara cepat. Beberapa orang sudah dilaporkan ke Bareskrim, menunjukkan memang indikasi-indikasi itu mulai muncul," tambahnya.
Imam kembali menegaskan keyakinannya kalau mafia sepakbola di Indonesia memang ada.
"Kalau tidak ada mafia, tidak ada sepakbola gajah," simpulnya.
(ega/a2s)











































