Singapura Dinilai Cepat Beraksi soal Match Fixing

Singapura Dinilai Cepat Beraksi soal Match Fixing

Mega Putra Ratya - Sepakbola
Rabu, 22 Jul 2015 15:19 WIB
Singapura Dinilai Cepat Beraksi soal Match Fixing
Jakarta - Hanya dalam waktu dua bulan sejak kasusnya ditemukan, otoritas Singapura sudah bisa mengambil eksekusi atas pelaku pengaturan skor (match fixing) di SEA Games 2015.

Hari Selasa (21/7) kemarin tiga orang dihukum atas keterlibatannya untuk mengatur skor pertandingan Timor Leste versus Malaysia pada akhir Mei lalu. Salah satunya adalah warga negara Indonesia bernama Nasiruddin, yang divonis 30 bulan penjara.

"Singapura tak memberikan toleransi pada korupsi, dan pengaturan skor dalam bentuk apapun tak diperbolehkan di Singapura," bunyi pernyataan Biro Investigasi Praktik Korupsi Singapura (CPIB) yang menangani kasus tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca: Terlibat Pengaturan Skor di SEA Games, Seorang WNI Dipenjara 30 Bulan

"Saya mengapresiasi aparat di Singapura yang mengambil langkah tegas dan cepat untuk bertindak," ujar Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Imam Nahrawi, di sela-sela acara halal bilhalal di Istana Presiden, Jakarta, Rabu (22/7) siang.

"Ini tentu jadi pelajaran penting bagi pesepakbolaan, tak hanya di Singapura, tapi juga di Indonesia. Bagaimana kita bisa mengambil semangatnya. Misal di Indonesia ada indikasi seperti ini, juga harus diambil langkah tegas. Tidak ada salahnya dilakukan secara cepat. Beberapa orang sudah dilaporkan ke Bareskrim, menunjukkan memang indikasi-indikasi itu mulai muncul," tambahnya.

Imam kembali menegaskan keyakinannya kalau mafia sepakbola di Indonesia memang ada.

"Kalau tidak ada mafia, tidak ada sepakbola gajah," simpulnya.

(ega/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads