AS Roma menjalani latihan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (25/7/2015). Francesco Totti dkk berlatih dengan diiringi nyanyian dan dukungan dari Romanisti yang menyaksikan di tribun penonton.
Ofisial beserta 27 pemain I Lupi tiba di GBK pukul 09.30 WIB dan langsung menjalani latihan ringan. Usai pemanasan, Radja Nainggolan dkk. kemudian dibagi menjadi dua tim.
Mereka menjalani game setengah lapangan yang langsung dipimpin sang pelatih, Rudi Garcia. Di bagian lain, dua kiper menjalani latihan sendiri. Sebelum akhirnya pukul 11.00 WIB tim kembali ke Hotel Shangri-La.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Emosi saya meluap-luap ketika melihat Radja Nainggolan cs berlatih. Saya sudah suka dengan AS Roma sejak SD. Sekarang kesampaian nonton tentu menjadi hal yang tidak bisa dilupakan," kata Safrialdi, seorang Romanisti asal Tuban berusia 21 tahun.
Senada, Alfonso, 26 tahun, juga tak bisa menyembunyikan perasaan bahagianya karena bisa melihat idolanya berlatih di lapangan GBK.
"Bangga ya bisa lihat secara langsung karena ini bisa dibilang kesempatan seumur hidup. Ibaratnya ini umrohnya, kalau naik hajinya bisa ke Roma langsung," ucap Romanisti dari Yogyakarta ini.
"Saya ingin foto bareng dengan Danielle de Rossi, terus kalau bisa mau tukeran jersey sama Alessio Romacnoli. Saya sempat upload foto saya pake jersey dia di instagram juga. Mudah-mudahan bisa," lanjutnya.
Kedatangan Roma ke Indonesia adalah kesempatan besar buat para Romanisti. Sempat batal datang pada November 2013, I Lupi akhirnya bisa mengunjungi pencintanya di Indonesia. Alfonso dkk. pun mengakui sempat khawatir tim kesayangannya itu kembali tak jadi datang. Apalagi melihat kondisi antara pemerintah dengan PSSI yang belum membaik.
"Iya, kalau tahun kemarin beli tiket segala macam enggak jadi karena cedera. Yang (tahun ini) sebelumnya juga ada isu bakal batal karena ada persoalan PSSI dan kemenpora. Bersyukurlah jadi. Terimakasih buat AS Roma sudah mau datang," ungkapnya.
Ia pun berharap dengan kedatangan AS Roma bisa menjadi momentum sepakbola Indonesia kembali bangkit. "Iya biar Menpora dan PSSI melihat. Tim-tim luar saja peduli dan perhatian sama suporternya. Masa pengurus sepakbola sendiri tidak peduli sama suporter dan sepakbola Indonesia," pungkasnya.
(mcy/din)











































