Liga Desa Indonesia (LIDI) merupakan kegiatan yang dilakukan oleh Badan Sepakbola Rakyat Indonesia (BASRI). Event putaran final LIDI tersebut digelar mulai 4-24 Agustus mendatang. Ada lima lapangan yang akan digunakan, selain stadion baru Belitung Timur Pelangi, juga ada Stadion Telkom, lapangan Kecamatan Damar, Kecamatan Gantung, dan Kecamatan Mempayang.
Pada awalnya peserta LIDI yang mendaftar berjumlah 22 provinsi tapi akhirnya menjadi 13 provinsi. Tim-tim yang tidak ikutserta kebanyakan mengalami kendala teknis sehingga batal tampil di kejuaraan LIDI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam sambutannya ketua BASRI Eddy Sofyan mengatakan LIDI ini bisa mencatatkan sejarah bahwa masyarakat yang berada paling bawah yakni dari desa-desa mampu berkumpul untuk menunjukkan kemampuan mereka.
"Tunjukkan bahwa kalian bisa bermain cantik, sportif, dan menghormati lawan," ujar Eddy di Stadion Belitung Timur Pelangi, Belitung Timur, Selasa (4/7).
Sementara itu Gubenur Bangka Belitung Rustam Effendi berharap semoga event ini bisa menghasilkan pemain yang berkualitas dan memberikan pengalaman kepada pemain untuk belajar sportivitas.
"Harapan kami tentunya ajang ini bisa menjadi kesempatan bagi pemain menunjukkan kualitasnya. Semoga dari LIDI akan lahir pesepakbola Indonesia yang sukses di masa depan," kata Rustam.
Pada kesempatan yang sama Bupati Belitung Timur sekaligus ketua panpel Basuri Tjahaja Purnama mengatakan sangat berbahagia bisa menjadi tuan rumah penyelenggaraan putaran final LIDI tersebut. Adik dari Gubenur DKI Jakarta Ahok itu menyebut ajang ini sekaligus sebagai perkenalan kepada masyarakat luas mengenai budaya dan daerah Belitung Timur.
"Kami berharap bisa menjadi tuan rumah yang baik. Ajang ini sekaligus memperkenalkan kepada masyarakat luas akan budaya Belitung Timur dan memperkenalkan stadion baru kami, yang merupakan kebanggaan masyarakat Belitung Timur," kata Basuri.
(ads/a2s)










































