Tim Indonesia Targetkan Juara di Homeless World Cup 2015

Tim Indonesia Targetkan Juara di Homeless World Cup 2015

Baban Gandapurnama - Sepakbola
Kamis, 03 Sep 2015 16:57 WIB
Tim Indonesia Targetkan Juara di Homeless World Cup 2015
Bandung -

Untuk kali kelima, tim Indonesia akan berkompetisi di ajang Homeless World Cup (HWC) yang pada tahun 2015 ini dihelat di Amsterdam, Belanda. Trofi juara dibidik.

"Kami sangat ingin sekali meraih trofi. Ya targetnya juara," ucap Manajer Tim Indonesia HWC 2015 Rijki Kurniawan dalam perkenalan pemain dan syukuran keberangkatan Tim Indonesia HWC di markas Rumah Cemara, Jalan Gegerkalong Girang, Kota Bandung, Kamis (3/9/2015).

Rumah Cemara, selaku national organizer timnas Indonesia di HWC sejak 2011, telah menyeleksi calon pemain sejak 16-19 April lalu di kota Bandung, untuk mengikuti turnamen di Amsterdam pada 12-19 September mendatang.

Seleksi itu sendiri diikuti sekitar 80 peserta yang berdomisili dari berbagai provinsi di Indonesia lain Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, NTB dan Bali. Mereka tergabung wadah organisasi dan LSM yang menjadi mitra Rumah Cemara dalam program pengembangan olahraga.

"Hasil proses seleksi itu Rumah Cemara telah memilih delapan pemain, satu pelatih dan satu manajer," ujar Rijki.

Dalam debutnya di HWC tahun 2011 di Prancis, Indonesia menempati peringkat keenam. Setelah itu peringkat terbaik, posisi empat, diraih pada tahun 2012 di Meksiko.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dua tahun lalu, tahun 2013, tim Indonesia menempati posisi delapan saat HWC dilangsungkan di Polandia. Sedangkan tahun lalu ajang HWC di Chile dituntaskan Indonesia di posisi 10.

[Baca juga: Sepakbola, Sebuah Jalan Pulang ke 'Rumah' yang Lebih Indah]

Sejak pertama kali digagas di tahun 2003 HWC menjadikan sepakbola sebagai medium untuk sebuah perubahan buat para pesertanya. Inilah pesta sepakbola untuk kalangan yang termarjinalkan.

Pada awalnya ajang itu ditujukan untuk "mengangkat derajat" para tuna wisma (homeless) supaya meraih jalan dan kesempatan berkehidupan yang lebih baik. Seiring dengan perjalanannya, para pemain HWC meluas tidak semata-mata dari kalangan homeless, tapi juga kalangan ODHA (pengidap virus HIV/AIDS), (eks) pemakai narkoba, dan kalangan miskin kota.

(bbn/krs)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads