Langkah PBFC di Piala Presiden terhenti di babak perempatfinal. Bermain di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Bandung, Sabtu (26/9), PBFC kalah 1-2 dari Persib. Dengan hasil tersebut, kedua tim imbang 4-4 dalam agregat. Namun, Persib unggul jumlah gol tandang.
Iwan menilai timnya mengalami banyak masalah. Dia menyebut keinginannya untuk mengalahkan Persib gagal karena mental pemain terganggu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk Boaz saya puas, kemarin Boaz banyak hilang bola. Tapi di pertandingan ini dia lebih baik walau tidak cetak gol. Karena kemarin dia sempat pulang lalu sebelum main dia cuma dua kali latihan."
"Intinya ternyata Djanur pertandingan hari ini top. Pertama, satu, mainkan Spaso. Screening-nya kuat itu, bikin saya salah. Tapi, kami tidak kalah strategi dengan dia."
Pada laga tersebut, ribuan Bobotoh menyanyikan yel-yel untuk membalas psy war Iwan sebelum laga. Namun demikian, Iwan mengaku sangat tersanjung.
"(soal) Psy war, di situlah penilaian jujur saya. Itu menurut saya. Barangkali di sepakbola Indonesia ini baru pertama terjadi. Mudah-mudahan ini jadi inovasi, psy war jadi hal biasa untuk klub. Tapi, yang pasti hari ini saya tidak jadi menelanjangi Persib. Tersanjung ada nyanyian-nyanyian buat saya itu seru-seru saja."
"Atmosfer top luar biasa walaupun pulangnya kami harus pake barakuda, Bobotoh hujat saya malah senang. Saya pelatih biasa saya bukan pelatih besar, tapi saya sangat tersanjung. Cuma anak-anak tersinggung karena Persib bukan tim bagus," kata dia.
(ads/roz)










































