Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) menyebut bahwa secara keseluruhan Piala Presiden berjalan dengan baik. Namun, lantaran masih memiliki beberapa kekurangan, BOPI memberikan nilai 7,5.
Piala Presiden berakhir kemarin, Minggu (18/10), dengan memunculkan Persib sebagai juaranya. Di partai puncak, 'Maung Bandung' menang dua gol tanpa balas atas Sriwijaya FC.
Secara umum, Mahaka --yang menjadi penyelenggara turnamen tersebut-- dinilai telah melakukan pekerjaan yang bagus. Tetapi, BOPI menilai mereka inkonsisten di beberapa hal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Secara overall pelaksanaannya baik. Cuma kami menyoroti masalah konsistensi soal regulasi mereka. Ada beberapa regulasi yang mereka ubah sendiri tidak sesuai dengan regulasi awal," ujar Sekjen BOPI Heru Nugroho.
Menurutnya, regulasi amat penting untuk ditegakkan untuk menciptakan kompetisi atau turnamen yang adil. Selanjutnya Heru berharap, baik Mahaka maupun operator lainnya yang ingin membuat turnamen atau kompetisi harus menjunjung tinggi regulasi.
"Regulasi itu tidak bisa diremehkan. Kami berharap sepakbola Indonesia memiliki ketegasan regulasi. Termasuk Mahaka juga harus segera melakukan evaluasi agar bisa menyusun sistem yang baik."
Dari penilaiannya tersebut, Heru mengatakan Mahaka mendapatkan nilai 7,5. Angka ini lebih tinggi dari penilaian Piala Kemerdekaan. Sebelumnya turnamen yang digagas oleh Tim Transisi itu hanya mendapatkan nilai pas-pasan: 6,5.
"Kalau dikasih nilai, nilai Piala Presiden 7,5. Cukup baik," kata dia.
(ads/roz)











































