Halo, Maroko!

Danone Nations Cup

Halo, Maroko!

Femi Diah - Sepakbola
Senin, 19 Okt 2015 22:39 WIB
Halo, Maroko!
detikSport/Femi Diah
Marrakesh - Setelah melalui perjalanan 22 jam, pasukan Indonesia yang diwakili Sekolah Sepakbola (SSB) Banteng Muda Malang tiba di Marrakesh, Maroko. Lelah dan bosan terbayar saat para pemain usia 10-12 tahun itu menjejak tanah Afrika itu.

Sejatinya, perjalanan Banteng Muda malah lebih lama dari itu. Mereka berangkat dari Surabaya sejak hari Sabtu (17/10/2015) lalu. Menginap satu malam di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, mereka kemudian melanjutkan perjalanan ke Maroko.

Ya, ke Maroko tepatnya di Kota Marrakesh. Kota itu menjadi lokasi perhelatan putaran final Danone Nations Cup pada 22-26 Oktober 2015. SSB Banteng Muda sebagai juara nasional AQUA Danone Nations Cup 2015 berhak menuju persaingan dunia. Mereka bakal bersaing dengan 31 kontestan lain dari negara-negara di seluruh dunia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terbang dengan burung besi berkode EY 475, tim yang dikawal Rahmat dan Adi Putra Setiawan itu meninggalkan Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, di hari Minggu (18/10/2015) pukul 17.15 WIB. Atas undangan AQUA Danone, detikSport turut dalam penerbangan itu.

Setelah perjalanan selama tujuh jam, mereka tiba di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, untuk transit lebih dahulu. Toilet menjadi lokasi pertama yang dituju anak-anak.

Kendati setara dengan pukul 01.30 WIB saat tiba di Abu Dhabi, anak-anak tetap bercanda meskipun tampak mengantuk dan lelah. Banyak jurus yang dikeluarkan anak-anak untuk mengusir kantuk dan lelah. Dari mengajak orang asing ngobrol dengan bahasa Inggris yang sekenanya, menyapa staf darat bandara yang ada dekat dengan mereka, atau berucap halo kepada pilot dan pramugara-pramugari yang lewat, sampai bermain tebak-tebakan.

Saat percakapan mentok, mereka tak segan menanyakan bahasa Inggris kepada pelatih atau ofisial yang mendampingi. Kadar keramahan mereka meningkat ketika ada traveler cantik dengan pakaian terbuka.

"Ayune, Rek, mbak iku (cantiknya, kakak itu)," celetuk salah satu dari mereka.

Karena waktu transit yang cukup lama, sekitar 2,5 jam, mereka kemudian memilih untuk tidur di bangku-bangku bandara. Setelah waktu boarding tiba, anak-anak dibangunkan. "Berapa lama lagi kita bakal terbang?" kata Riky Pratama, salah satu pemain kepada Gistang Panutur, brand manager AQUA Danone, yang mendampingi tim.

Setelah dihitung-hitung dengan durasi transit, perjalanan menuju Maroko belum mencapai separuhnya. "Isih suwe (masih lama)," celetuk beberapa anak. Tapi, mereka tetap bercanda. Saling cubit atau meledek kawan-kawan sendiri.

Setelah delapan jam di dalam pesawat EY 613, rombongan tiba di Bandara Mohammed V, Casablanca. Anak-anak tetap bercanda dan seolah tak mengalami kelelahan. Padahal wajah mereka mulai kusut dan mengantuk. Apalagi kalau diajak selfie, mereka makin antusias. Bahkan ketika harus mengantri untuk check in mereka asyik-asyik saja.

Jet lag? Seolah mereka tak merasakannya meskipun ada perbedaan waktu dengan Jakarta enam jam. Anak-anak tetap menyapa kru bandara dan pesawat atau mengomentari mereka yang sama-sama check in.

Cuaca yang lebih sejuk dan angin yang relatif besar juga tak dianggap masalah. "Sama kok dengan pas TC di Kota Batu," kata Dendy Agung Wicaksono, salah satu pemain.

Setelah menunggu lagi sekitar 2,5 jam, perjalanan dilanjutkan ke Marrakesh. Dengan pesawat AT 403, tim tiba setelah penerbangan singkat sekitar 40 menit.

"Alhamdulillah, sampai juga di Marrakesh, Afrika!," kata salah satu dari mereka.

Hujan rintik menyambut kedatangan tim. Yang mengasyikkan, panitia dengan sigap menyambut tim. Jalur khusus pemeriksaan imigrasi segera dibukakan.

Menunggu bagasi sejenak, mereka berbaris rapi untuk segera menuju hotel. Setelah itu, oleh pelatih mereka dibebastugaskan.

"Istirahat dulu satu hari ini, mereka perlu pemulihan. Latihan mulai besok," kata Setiawan yang pernah bermain untuk Deltra Sidoarjo itu.

Di hari pertama ini mereka cukup berucap, "Halo, Maroko!"



(fem/mfi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads