Piala Kemerdekaan selesai pada 13 September lalu, yang ditandai dengan tampilnya PSMS sebagai juara, setelah mengalahkan Persinga Ngawi di final. Kedua tim tersebut seharusnya mendapatkan hadiah masing-masing sebesar Rp 1,5 miliar dan Rp 1 miliar.
Namun PSMS dan Persinga hingga detik ini belum menerima hadiah yang menjadi haknya. Padahal sebelumnya, Tim Transisi berjanji bakal memberikan hadiah tersebut dua minggu setelah event selesai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Manajer PSMS Andry Mahyar mengaku masih sabar menanti hadiah tersebut. Dia mengaku dijanjikan oleh Tim Transisi bahwa hadiah itu akan cair minggu ini.
"Katanya sedang dalam proses. Minggu ini mereka bilang sudah bisa diambil. Ya, kami tunggu saja," ujar Andry saat dihubungi, Rabu (21/10).
Dia berharap Tim Transisi tidak lagi memberikan harapan palsu soal hadiah tersebut. Sebab, seluruh pemain dan pelatih sangat membutuhkan hadiah tersebut, mengingat tak ada lagi kegiatan sepakbola di tanah air.
Ke depannya dia juga meminta kepada siapapun yang mengelola turnamen atau kompetisi bisa lebih profesional jangan sampai ada tunggakan-tunggakan hadiah maupun hak lainnya.
"Saya berharap ke depannya bisa lebih profesional," kata dia.
(ads/a2s)











































