Indonesia adalah tim pertama yang hadir di Marrakesh, Maroko, dalam rangka Final Dunia Danone Nations Cup 2015. Kesempatan mengenal atmosfer dan lapangan dilakukan dengan "berkenalan" dengan tim Korea Selatan.
Pasukan "Garuda Cilik" yang diwakili Sekolah Sepakbola (SSB) Banteng Muda itu memaksimalkan jajal lapangan di Stadion Marrakesh selama 60 menit pada Rabu (21/10/2015). Pelatih tim, Rahmat dan Adi Putra Setiawan, membagi waktu yang diberikan menjadi dua sesi.
Pertama, pemanasan dan game berdurasi 40 menit. "Selain pemanasan ada passing-passing dan support shooting," kata Setiawan kepada detikSport yang turut mendampingi tim ke Maroko atas undangan Danone Aqua.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indonesia memimpin pertandingan lebih dulu di menit kesepuluh. Tujuh menit kemudian Korea membalas setekah Riki Pratama melakukan kesalahan passing.
Banteng Muda malah tertinggal di menit ke-17. Riki kembali membuat kesalahan karena sepakan ke arah kiper terlalu pelan. Situasi itu dimanfaatkan pemain Korea.
Di akhir pertandingan setelah mampu melewati dua pemain Korea, Marchel menembak gawang lawan. Bola meluncur ke pojok kanan gawang lawan. Pertandingan berakhir dengan kedudukan 2-2.
"Ada pelajaran berharga yang didapatkan dari uji coba itu. Anak-anak masih terlihat gugup, terutama lini belakang dengan masih banyaknya kesalahan. Passing masih terlalu pelan," kata Setiawan.
"Korea tim yang bagus dengan organisasi dan akurasi yang sip. Ini sebuah ujicoba yang cukup berarti. Bagusnya lagi, anak-anak tak ada yang cedera dari ujicoba itu," jelas dia.
Sementara itu, Brand Manager Danone Aqua, Gistang Panutur, menyebut dari uji coba itu anak-anak masih terlihat kurang rileks. "Semestinya anak-anak bisa lebih fokus ke permainan khas kita," ucap dia.
Selain uji coba itu, tim Indonesia masih mempunyai satu kali lagi sesi latihan, Kamis (22/10/2015). Dilanjutkan Opening Ceremony. Duel perebutan poin akan bergulir mulai Jumat besok.


(fem/a2s)










































