Menarik, Sayang Penonton Sepi

Menarik, Sayang Penonton Sepi

- Sepakbola
Rabu, 02 Mar 2005 01:11 WIB
Jakarta - Kehebatan para mantan pemain dunia yang ikut dalam pertandingan amal "Aceh Tetap Sekolah", teryata masih terlihat. Namun sayang, hanya sedikit penonton yang datang.Hasil pertandingan 4-3 untuk kemenangan tim Legends, jelas memperlihatkan bahwa permainan para bintang tua masih lebih baik dibandingkan Indonesia All-Star. Hal ini diakui langsung oleh Kurniawan Dwi Yulianto saat temu wartawan usai pertandingan."Kemampuan mereka jelas berbeda. Sangat kelihatan kelebihan teknik yang mereka miliki. Ini merupakan hasil dari latihan dan jam terbang bermain di level internasional. Kita masih harus belajar banyak," ujar "Si Kurus".Namun demikian hiburan dan pelajaran yang disuguhkan oleh para pemain legenda tersebut justru dinodai oleh Indonesia. Buktinya dari 110 kapasitas stadion Gelora Bung Karno, yang datang tidak lebih dari 20 persen. Padahal para pemain yang datang tidak dibayar sama sekali. Mereka mau datang dari negaranya masing masing untuk memberikan sumbangsih bagi korban bencana tsunami di Aceh."Sejujurnya saya sangat kecewa dengan sedikitnya penonton di stadion. Orang-orang Indonesia demikian mudahnya mengabaikan kesempatan melihat langsung pemain seperti Dunga. Seorang pemain yang memiliki prestasi di Piala Dunia," ujar pelatih timnas Indineisa, Peter Withe."Saya tidak bisa memaksa semua orang untuk datang ke stadion. Yang bisa kita lakukan ialah berusaha sebaik mungkin agar pertandingan ini terlaksana. Mungkin orang-orang yang terlibat sampai kurang tidur selama sebulan ini untuk mempersiapkannya," lanjutnyaNamun disamping itu semua Withe menilai banyak hal yang bisa dipelajari oleh timnas Indonesia dari pertandingan tersebut. Withe melihat selalu ada pesan yang disampaikan tiap kali pemain-pemain legendaris tersebut mengoper bola. "Inilah yang akan coba saya tekankan kepada pemain dalam latihan mendatang," ujarnya.Sementara itu kapten tim Brasil saat menjuarai Piala Dunia 1994, Carlos Dunga mengutarakan bahwa bermain di Indonesia merupakan pengalaman yang berarti baginya. Secara khusus Dunga juga memuji penampilan beberapa pemain Indonesia seperti Kurniawan. "Mereka cukup cepat dan melakukan perpindahan posisi dengan cukup baik," ujarnya sambil mengungkapkan beberapa hal yang masih perlu diperbaiki para pemain.Besok hari rencananya para pemain legenda tersebut akan berkunjung langsung ke Aceh, sebelum pulang ke negara masing-masing. Ketika ditanya apakah akan kembali ke Indonesia, Dunga tidak menepis kemungkinan hal itu terjadi. "Di dalam pikiran tetap ada, tetapi jika untuk bermain seperti tadi, mungkin fisik saya sudah tidak mengijinkan," ujarnya. Ya, semoga Dunga tidak kapok jauh-jauh datang hanya untuk bermain di stadion besar tapi kosong melompong.Wartawan kecewaSementara itu sekitar 20 wartawan merasa kecewa dengan pihak panitia yang tidak mengizinkan mereka memasuki lapangan usai pertandingan guna mewawancari para pemain legendaris itu. Padahal puluhan anak --banyak yang juga didampingi orangtuanya-- banyak masuk ke lapangan untuk minta tanda tangan dan foto breng pemain.Para kuli disket itu juga tidak dapat mengikuti konferensi pers karena tidak diizinkan memasuki ruang acara. Hanya wartawan yang memakai rompi khusus saja yang diperbolehkan, padahal wartawan lain juga memiliki ID yang dikeluarkan panitia. (lom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads