Kondisi mantan kiper Timnas Indonesia Kurnia Sandy, yang sedang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Sidoarjo di ruang High Care Unit (HCU) mulai membaik. Daya ingatnya yang sempat hilang juga mulai balik.
Ketika detikcom sempat masuk di ke dalam ruangan, Senin (26/10) siang, dia mengucapkan salam, "Selamat pagi, Pak" dan sempat berjabatan tangan. Kala itu dia didampingi oleh istrinya dan seorang perawat.
"Sudah ingat. Tadi saya pas ketemu dia sudah mengenal saya," ujar kakak Kurnia Sandy, Usmara Jaya (45), yang mengaku baru datang bersama keluarga dari Semarang Senin pagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, menurut dia, dari hasil pemeriksaan kesehatan, kadar gula suaminya mengalami peningkatan. "Dokter mengatakan kadar gula tinggi dipicu stres. Karena itu dokter berpesan supaya menjaga suami saya tidak stres."
Listiyowati mengaku suaminya sudah enam bulan menganggur sejak PSSI dibekukan. Ia terakhir tercatat bekerja sebagai asisten pelatih kiper tim nasional di bawah 16 tahun (U-16).
Sejak itu ia mengisi waktu dengan melatih SSB Simo di Surabaya. Karena jaraknya cukup jauh, ia kemudian pindah melatih SSB Real Madrid di Sidoardjo.
Kurnia Sandy menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah Sidoarjo sejak Sabtu (24/10) malam. Dia mengalami sakit panas tinggi sejak sepekan terakhir yang menyebabkan daya ingatnya hilang. Menpora Imam Nahrawi sempat menjenguknya di rumah sakit pada Minggu kemarin.
Sandy sempat bergabung dengan timnas Primavera pada 1994. Selama kariernya dia pernah membela Pelita Jaya, Persikabo Bogor, PSM Makassar, Arema, Persik Kediri, Persebaya Surabaya, dan Mitra Kukar.
(a2s/krs)











































