Usai jadi juara pada sebuah turnamen di Filipina, Timnas Pelajar Indonesia justru tidak bisa pulang ke tanah air. Kementrian Pemuda dan Olahraga akan melakukan pengecekan atas kejadian tersebut.
Timnas Pelajar Indonesia jadi juara di ajang Pilipinas Cup. Dalam laga final yang dilangsungkan Jumat (30/10/2015) lalu, mereka menundukkan Pagasa FC 2-0.
Tapi para pelajar itu kini justru tidak bisa langsung kembali ke tanah air karena tiket pulang yang mereka miliki sudah hangus dan tidak ada pengganti. Achmad Yari, ayah salah seorang pemain di tim Indonesia, mengatakan kalau Timnas Pelajar Indonesia berangkat ke Filipina dengan diurus oleh Event Organizer (EO) Kampiun Indonesia yang ditunjuk Kementerian Pemuda dan Olahraga. EO itulah yang mengurus keberangkatan, paspor, dan sebagainya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Enggak tahu, saya baru dengar," ucap Imam.
Imam mengatakan akan segera memeriksa soal hal tersebut kepada deputi pembinaan usia dini. "Coba crosscheck ke Djoko Pekik (Deputi IV BIdang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora), saya juga akan crosscheck kapan berangkatnya dan lain-lain. Karena dikit-dikit kita di persalahin terus, sementara kita tidak tahu berangkatnya kapan. Kalau ada masalah ke kita? Ada apa-apa ke kita," lanjut dia.
[Baca juga: Usai Juara di Filipina, Timnas Pelajar Indonesia Tak Bisa Pulang]
Imam juga mempersilakan jika orang tua pemain Timnas Pelajar hendak datang ke Kemenpora. "Silakan ke sini (Kemenpora) saja. Saya ingin tahu siapa yang mengirim," ujarnya.
Di kesempatan berbeda Djoko Pekik juga mengaku tidak tahu dengan program pengiriman tersebut.
"Saya merasa tidak merasa punya program itu. Ada juga pengiriman ke Spanyol. Tapi itu sudah pulang lagi ke Indonesia. Saya akan kroscek ke Asisten Deputi saya," tandasnya.
Pada September lalu tim sepakbola belia dari Indonesia juga harus mendapat pengalaman tak mengenakkan saat turun di turnamen internasional Borneo Cup U-16. Dalam event yang digelar di Malaysia itu tim Sepakbola Anak Indonesia (SBAI) didiskualifikasi setelah memastikan lolos ke semifinal. Alasan pencoretan tersebut dilakukan oleh pihak Federasi Sepakbola Malaysia (FAM) adalah karena Indonesia sedang dalam periode hukuman dari FIFA.
Kejadian tersebut memunculkan tanda tanya besar karena sebelumnya tim Indonesia sudah menjalani tiga pertandingan dan tidak ada protes diajukan. Selain itu turnamen tersebut tidak masuk dalam agenda FIFA. Pengiriman tim ke turnamen tersebut juga menjadi tanda tanya. Karena Indonesia sudah disanksi FIFA sejak empat bulan sebelumnya dan karenanya tidak bisa mengikuti turnamen internasional.
(mcy/din)











































