Meski uang hadiah Piala Kemerdekaan sudah beres, PSMS Medan ternyata belum sepenuhnya lega. Tim berjuluk Ayam Kinatan ini masih bergulat dengan janji Tim Transisi soal dana pelaksanaan Piala Kemerdekaan.
PSMS yang bertindak sebagai tuan rumah babak penyisihan Grup A, merasa belum mendapatkan seluruh haknya sebesar Rp 528 juta, usai menyelenggaraan babak penyisihan turnamen di Stadion Teladan, Medan.
Padahal, sudah satu setengah bulan Piala Kemerdekaan telah selesai digelar. Namun, Tim Transisi belum menyelesaikan seluruh tunggakan administrasinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sampai saat ini belum dibayarkan. Baru uang hadiah saja yang cair," kata manajer PSMS, Andry Mahyar, ketika dihubungi detikSport.
Ditambahkan Andry, dirinya cukup kecewa dengan kondisi seperti ini. Padahal janji Tim Transisi adalah satu minggu setelah pencairan uang hadiah.
"Intinya kami akan tetap tagih uang itu," ungkapnya. "βApalagi uang itu adalah uang umat, harusnya digunakan untuk gaji pemain PSMS, tapi belum cair juga pasti kecewa dong.
"Tim tidak dibubarkan, pemain masih melakukan latihan. Tapi dengan kondisi seperti ini pemain tentu harus digaji. Nah, kalau ada uang itu tentu akan menambah biaya-biaya kami di sini," pungkasnya. (mcy/a2s)











































