Mengenang Sinyo Aliandoe

Mengenang Sinyo Aliandoe

Rossi Finza Noor - Sepakbola
Rabu, 18 Nov 2015 12:40 WIB
Mengenang Sinyo Aliandoe
Jakarta -

Kabar duka mendatangi sepakbola nasional hari ini, Rabu (18/11/2015). Mantan pelatih tim nasional, Sinyo Aliandoe, meninggal dunia. Ia meninggalkan banyak jejak indah di sepakbola tanah air.

Salah satu cerita yang masih sering dikisahkan ulang adalah bagaimana Sinyo --atau lebih sering disapa Om Sinyo oleh orang-orang yang kenal dekat dengannya-- membawa Indonesia mendekati Piala Dunia 1986. Pada Pra-Piala Dunia 1986, Sinyo mengantarkan Indonesia memuncaki Grup 3B, unggul atas India, Thailand, dan Bangladesh.

Dalam enam pertandingan di Grup 3B itu, Indonesia menang empat kali, imbang satu kali, dan kalah satu kali. 'Tim Merah-Putih' pun melaju ke babak play-off untuk menghadapi Korea Selatan, yang waktu itu berstatus juara Grup 3A.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sayangnya, di situlah perjalanan Indonesia berhenti. Usai takluk 0-2 di Seoul, 21 Juli 1985, Indonesia kalah 1-4 di Senayan pada 30 Juli 1985. Kala itu, Korsel unggul empat gol lebih dulu, sementara Indonesia hanya mampu membalas lewat gol Dede Sulaiman pada menit ke-87.

Korsel lantas melaju ke putaran akhir play-off untuk menghadapi Jepang. 'Tim Negeri Ginseng' akhirnya menyingkirkan Jepang dan, bersama Irak yang lolos ke play-off lewat sub-grup lainnya, menjadi wakil Asia di Piala Dunia 1986.

Indonesia kemudian melanjutkan jalan bersama Bertje Matulapelwa, yang dulu merupakan asisten Sinyo. Bertje-lah yang mengantarkan Indonesia menjuarai SEA Games 1987, menyempurnakan apa yang sudah dibangun oleh Sinyo.

Kendati hanya "nyaris meloloskan Indonesia ke Piala Dunia 1986", Sinyo tetap dikenang lantaran selama masa kepelatihannya menelurkan banyak pemain bagus. Sebut saja Bambang Nurdiansyah, Rully Nere, Zulkarnain Lubis, Herry Kiswanto, hingga Ferrel Raymond Hattu. Sinyo dikenal keras terhadap anak didiknya, tetapi mampu menerjemahkan instruksi dengan baik sehingga mudah dicerna oleh para pemainnya.

Situs Pandit Football juga pernah merangkum bagaimana Sinyo memperkenalkan taktik offside. Setelah pulang belajar dari Inggris, pria kelahiran Larantuka, Flores Timur, 1 Juli 1938 tersebut mengubah offside dari sebuah perangkap menjadi sebuah taktik untuk melakukan pressing terhadap lawan.

Dengan sederet pencapaian itulah Sinyo menjadi sosok yang akan dikenang hangat oleh tim-tim yang pernah diperkuatnya dan juga dilatihnya, dari Persija Jakarta hingga Arema.

Sinyo tutup usia hari ini dalam perjalanan menuju RS Mayapada pada pukul 08.45 pagi. Di senja hidupnya, Sinyo mengalami gangguan ingatan dan kondisinya dikabarkan sudah menurun sejak bulan April. Tahun lalu, ia pernah tersesat di jalan selama seminggu lantaran lupa jalan pulang ke rumahnya. Ia kemudian dijemput keluarganya setelah sempat menginap di kantor polisi.

(roz/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads