Babak delapan besar ditembus PS TNI sebagai juara grup dengan 11 poin, setelah menyudahi fase tersebut dengan kemenangan 2-0 atas Persib Bandung di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Senin (30/11).
Akan ada pengundian untuk menentukan apa saja partai yang ada di babak delapan besar nanti. PS TNI menanti hasil pengundian tersebut bersama Arema Cronus, Persija Jakarta, Persipura Jayapura, Mitra Kukar, Semen Padang, Surabaya United, dan Pusamania Borneo FC.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di ajang Piala Jenderal Sudirman, PS TNI merupakan satu-satunya yang berstatus bukan klub profesional, atau non-liga, walaupun punya pemain-pemain profesional yang berasal dari PSMS Medan dan anggota TNI. Hal itu sempat memunculkan pandangan sebelah mata, khususnya dari kubu lawan yang sampai menyebut mereka sebagai tim amatir, walaupun kelolosan ke delapan besar bak jadi jawaban tersendiri.
"Yang pasti kami jadi makin percaya diri. Karena kami bisa lolos ke babak delapan besar. Memang kami amatir, tapi pemain-pemain kami bukan pemain amatir. PSMS Medan kuat, PS TNI kuat, kita sama-sama menguatkan," tegas Suharto.
Untuk menghadapi babak delapan besar, pria yang juga anggota TNI berpangkat Pelda itu mengatakan timnya bakal diliburkan dulu selama dua hari. Baru setelah itu Legimin Raharjo dkk. akan digeber kembali.
"Kami libur dulu dua hari semua anak-anak diliburkan untuk bertemu keluarga. Jumat latihan lagi di Medan. Tapi setelah itu kami latihan lagi, masih banyak pekerjaan rumah yang harus kami perbaiki. Terutama soal kebugaran pemain, kerja sama tim, permainan kami masih harus ditingkatkan," sebutnya.
Terkait target, Suharto lebih senang jika timnya menang dulu di setiap pertandingan, karena untuk menjadi juara butuh proses. "Saya lebih senang kalau target itu menang di setiap pertandingan. Perlahan-perlahan, menang dulu, baru bisa juara."
(ads/krs)











































