Persija Jakarta tersingkir di fase grup Piala Presiden. Dalam turnamen tersebut mereka cuma dapat dua poin dari tiga pertandingan yang dilalui.
Di Piala Jenderal Sudirman penampilan 'Macan Kemayoran' jauh membaik. Mereka lolos sebagai runner up Grup A setelah meraih dua kemenangan atas Persipasi Bandung Raya (2-0) dan Sriwijaya FC (1-0), dan dua kali kalah saat bertemu dengan Arema Malang (0-1) serta Persegres Gresik United (1-2).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Melihat hasil hari ini saya pikir semua tim kuat, tapi kami yakin bisa melewatinya apalagi main di Solo. Itu adalah rumah kedua kami, penonton pasti akan lebih banyak dibanding tim lain. Sehingga lolos ke semifinal merupakan harga mati dan kami optimistis," ungkap Ferry, menyoal hasil undian hari ini.
Perbaikan performa Persija ini dinilai Ferry karena adanya perubahan besar dalam tim, utamanya dalam motivasi dan mental pemain saat bertanding di turnamen Piala Jenderal Sudirman.
"Perubahan yang paling signifikan yang kami lakukan adalah pemain-pemain Persija sekarang ini bermain dengan hati. Kalau kemarin (Piala Presiden) bisa dibilang tidak 100 persen, kali ini kami melakukan satu perubahan yang luar biasa dari sisi motivasi," ungkap Ferry.
"Mental anak-anak juga saat ini cukup terbangun dengan rapi. Ini mungkin karena persiapan kami yang cukup panjang dibanding turnamen sebelumnya yang relatif pendek. Sekarang ini mulai dari start sampai kumpul, kami melakukan training center. Ini yang akhirnya membuat kami lebih siap."
Ditambahkan Ferry, beberapa rencana strategi sudah mulai dipikirkan guna memuluskan target lolos semifinal nanti. Khususnya soal pemain yang akan dibongkar pasang.
"Ada beberapa pemain yang kontribusinya kurang itu kami bongkar pasang karena tidak mungkin ada penambahan lagi. Jadi dari U-21 kami turunkan kemudian beberapa pemain utama kami geser. Karena ada yang cedera juga," pungkasnya.Β
(mcy/din)











































