Setelah sempat tertunda lama akibat dampak kondisi sepakbola tanah air, ajang Pra Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 dijadwalkan akan digelar pada Januari mendatang.
Pra PON cabor sepakbola yang sempat digelar di Bali dan Papua terpaksa dihentikan lantaran tak mendapat rekomendasi dari Tim Transisi. Masalahnya, KONI menunjuk PSSI untuk menyelenggarakan event Pra PON tersebut, sementara status PSSI masih dibekukan oleh negara. Menurut Tim Transisi, seharusnya KONI bekerja sama dengan mereka, bukan PSSI.
Asisten manajer tim sepakbola Pra-PON Banten, Yudhi Apriyanto mengatakan bahwa dirinya diminta mempersiapkan tim kembali karena babak kualifikasi akan digelar lagi pada Januari 2016.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mempersiapkan tim, dia menyebut seluruh pemainnya akan dikumpulkan kembali guna menjalani pemusatan latihan. "Persiapan mepet, kami harus secepatnya panggil pemain."
Sementara itu, ketika dikonfirmasi kabar tersebut, Kepala Bidang Komunikasi Kemenpora yang juga anggota Tim Transisi, Gatot S Dewa Broto, mengaku belum mendapatkan keputusan soal itu dari anggota lainnya. Sayangnya, anggota Tim Transisi lain pun sudah sulit dimintai komentarnya.
"Saya belum diberitahu oleh anggota Tim Transisi lain. Tapi Pak Menteri (Imam Nahrawi) menegaskan Pra PON harus cepat digelar lagi," ujar Gatot.
(ads/a2s)










































