Mitra Kukar menembus ke final setelah menaklukkan Arema Cronus pada leg kedua semifinal yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (17/1) malam, lewat drama adu penalti 3-2.
Dalam waktu normal, Arema sejatinya menang atas Mitra Kukar dan membuat skor agregat sama menjadi 3-3 sehingga harus diteruskan di babak penalti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertandingan melawan Arema tidak mudah. Mereka bermain sangat cepat. Tapi saya sampaikan ke pemain jangan terpancing, tetap sabar, fokus, dan kerja keras," ujar Jafri kepada detiksport.
Dengan kemenangan ini Mitra Kukar akan berjumpa Semen Padang yang lebih dulu mengamankan tiket ke final. Pada Sabtu lalu 'Kabau Sirah' melaju ke partai puncak setelah mengalahkan Pusamania Borneo FC 4-2 melalui adu penalti.
Menurut Jafri timnya tak boleh lama-lama merasakan euforia kemenangan atas Arema. Sebab, perjuangan mencapai target juara masih satu langkah lagi. Untuk itu persiapan pun harus dilakukan dengan memilih menggelar latihan di Kota Batu, Malang. Selain menghemat waktu, pemusatan latihan di Malang dinilai sangat pas.
"Kami akan stay di Batu, Malang. Besok baru mulai latihan, untuk melihat kondisi pemain. Baru keesokan harinya, kami latihan serius untuk laga final," kata Jafri.
Pertandingan final Piala Jenderal Sudirman dijadwalkan digelar pada 24 Januari di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta. Mitra Kukar berencana bertolak ke ibu kota pada Jumat mendatang.
(ads/a2s)











































