Piala Gubernur Kaltim tetap berjalan sesuai jadwal. Setelah mendapatkan rekomendasi dari Tim Transisi, pekan depan panita turnamen tersebut akan bertemu dengan Kemenpora dan BOPI.
Piala Gubernur Kaltim sempat dikabarkan terancam batal karena Tim Transisi memberikan peringatan melalui surat. Dalam surat tersebut, Tim Transisi meminta kepada panitia turnamen supaya menggunakan perangkat pertandingan dari Asosiasi Wasit dan Perangkat Pertandingan Profesional Indonesia (AWPPPI).
"Bukan ultimatum kok. Itu cuma surat pemberitahuan saja, bahwa kami diminta memakai perangkat pertandingan dari AWPPI. Sudah clear kok," ujar salah satu panitia yang juga juru bicara Piala gubernur Kaltim, Zulkarnain, kepada detiksport, Jumat (22/1/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait pertemuan dengan BOPI, panitia diminta memastikan jumlah peserta saja. Setelah itu, surat rekomendasi dari BOPI akan dikeluarkan.
"Kalau BOPI itu sebenarnya meminta kepastian jumlah peserta saja. BOPI minta masing-masing tim bikin surat pernyataan resmi."
Sekjen BOPI, Heru Nugroho, juga mengatakan bahwa tidak ada pembatalan Piala gubernur Kaltim. BOPI akan melakukan pembicaraan dengan panitia soal teknis.
"Tidak batal. Senin, mereka akan ketemu dengan Kemenpora dan BOPI membahas soal teknis penyelenggaraan," ujarnya
Piala Gubernur Kaltim dijadwalkan kickoff 6 Februari. Turnamen ini akan diikuti Mitra Kukar, Persiba Balikpapan, Persija Jakarta, Arema Cronus, Sriwijaya FC Palembang, Semen Padang FC, Bali United, Persib Bandung, PS TNI, serta dua tim tuan rumah: Pusamania Borneo FC dan tim PON Kaltim.
Piala Gubernur Kaltim ini juga menjanjikan hadiah cukup besar. Tim juara sampai peringkat keempat berturut-turut akan dihadiahi Rp 1,5 miliar, Rp 1 miliar, Rp 500 juta, dan Rp 300 juta. Hadiah untuk individu pun disiapkan: Rp 150 juta untuk pemain terbaik, Rp 100 juta untuk pencetak tol terbanyak, Rp 100 juta untuk pemain muda terbaik.
(ads/a2s)










































