Evan saat ini tengah menjalani latihan bersama Espanyol B selama empat bulan. Salah satu program selama di sana, eks timnas U-19 itu akan digembleng kondisi fisik dan staminanya. Bukan tak mungkin jika memenuhi kriteria dan tampil memukau, Evan bisa disodori kontrak untuk memperkuat Espanyol B.
Kurniawan yang pernah mencicipi kompetisi luar negeri pun sedikit menceritakan pengalamannya. Dia menyebut sepakbola Indonesia sangat berbeda jauh dengan di Eropa, mulai dari fisik hingga mental.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemudian hal kecil, yaitu soal makanan. Di Eropa, pemain tahu apa yang harus dimakan, mana yang tidak. Kalau di sini, pemain masih suka lupa. Jadi otomatis fisik kami juga berbeda," ujarnya.
Maka dari itu, Kurniawan berharap Evan bisa mengambil banyak pelajaran dari pengalamannya selama berlatih di Eropa. Kunci sukses seorang pemain disebutnya adalah jangan pantang menyerah, tetapi tetap rendah hati.
"Pilihan Evan sudah tepat. Kesempatan ini jangan disia-siakan, tinggal bagaimana Evan memanfaatkannya. Pesan saya, jangan pantang menyerah, jangan berhenti belajar dan paling penting tetap rendah hati," kata dia.
Kurniawan pertama kalinya merasakan kompetisi Eropa bersama Sampdoria pada tahun 1994. Pemain yang akrab disapa kurus tersebut sempat juga bermain di Swiss bersama FC Luzern. (din/din)











































