Sehari setelah dipanggil Presiden Joko Widodo, Menpora Imam Nahrawi hari ini kembali menemui orang nomor satu di Indonesia itu terkait perkembangan isu sepakbola nasional.
Jika kemarin Imam menghadapi Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla ditemani Agum Gumeler, kali ini ia tanpa ketua Komite Ad-Hoc Reformasi PSSI tersebut.
Berikut petikan wawancara wartawan dengan Imam seusai menghadapi Presiden Jokowi di Istana Presiden, Jakarta, Kamis (25/2/2016) sore:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perintah presiden tidak untuk melakukan pencabutan terhadap pembekuan PSSI. Itu yang pertama. Yang kedua, presiden memerintahkan saya untuk melakukan pengkajian secara komprehensif, untuk melihat semua aspek yang terkait dengan rencana yang akan diambil, baik itu pencabutan ataupun tidak.
Karena hal itu terkait dengan banyak hal, dan tentu yang paling penting presiden minta pada saya untuk segera menyiapkan diselenggarakannya kompetisi maupun turnamen, baik itu kompetisi professional maupun amatir.
Jadi, tidak hal itu yang menjadi (hasil pertemuan). Karenanya saya minta teman-teman wartawan untuk bersabar, karena sedang kami kaji di Kemenpora. Apapun kajiannya, kami akan laporkan kembali kepada Pak Presiden.
Berapa hari pengkajiannya?
Ya 1-2 hari lah.
Presiden bilang cabut (SK) pembekuan?
Tidak benar. Pak Presiden tidak pernah menyetujui untuk melakukan pencabutan, memerintahkan pada saya untuk mengkaji secara komprehensif. Kira-kira semua aspek terpenuhi atau tidak untuk dilakukan.
Soal pertemuan (Komite Ad-Hoc) di kediaman Pak Agum Gumelar, katanya hari ini ada rapat?
Saya di sini ….
[Baca juga: Agm Bersikeras Presiden Minta SK Pembekuan PSSI Dicabut]
Sudah ada komunikasi (dengan Pak Agum)?
Belum
Dalam kajian itu, kalau mau dicabut, PSSI harus melakukan KLB. Apa disinggung dalam kajian?
Ya semuanya -- kalau dicabut seperti apa prasyaratnya, kalau tidak seperti apa opsi penyelesaiannya. Berikutnya akan saya sampaikan.
Yang diminta pemerintah KLB harus diselenggarakan PSSI kapan?
Nanti setelah kajian.
Berapa lama kajiannya?
Satu-dua hari.
Berarti (Jumat) besok ….
Ya itu 'kan permintaan bahwa besok tanggal 26. Seperti yg anda tahu, di kongres FIFA itu tidak dibahas tentang Indonesia. Itu pemilihan presiden FIFA, tidak ada kaitan. Baru bulan Mei akan ada lagi kongres yg membicarakan tentang sanksi terhadap negara-negara termasuk Indonesia.
Jadi tidak benar Indonesia akan dibahas di kongres FIFA (bulan ini)?
Coba saja Anda cek, ada agendanya atau tidak.
(miq/a2s)










































