Tim transisi dinilai lamban dan belum membuahkan kerja apapun meski telah hampir satu tahun dibentuk. Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi meminta agar mereka lebih cekatan dan percaya diri.
Tim transisi dibangun untuk mengambil alih tugas PSSI selama pembekuan. Tapi, rupanya tim transisi belum bisa mendapatkan sulosi tepat untuk menyelamatkan perut para pemain, yakni menggulirkan kompetisi selama pembekuan PSSI yang sudah berjalan setahun ini. Satu-satunya produk yang terlihat adalah turnamen Piala Kemerdekaan denganΒ PT Cataluna Sportindo sebagai operatornya.
"Mereka kurang cak cek (cepat, gesit) dalam bekerja. Kan dari dulu saya minta segera undang klub-klub, tapi baru kemarin (dilakukan). Itu contoh kecil," kata Imam kepada detikSport, saat menyambangi kantornya di Senayan, Jakarta, kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya akui tim transisi kurang pede (percaya diri) dan bekerjanya kurang cepat. Tapi saya tidak menyesal pilih mereka. Mereka adalah orang-orang yang terseleksi dengan baik.
"Situasinya tidak mudah karena apa yang disampaikan tim transisi selalu dianggap salah oleh sebagian pihak. Yang jelas hari ini bola ada di tangan saya. Saya akan melihat itu secara objektif dan kemudian harus dilakukan langkah cepat, tetapi saya harus berterima kasih kepada tim transisi," ucap pria kelahiran Bangkalan, Jawa Timur itu.
Selain faktor internal tim transisi, menurut Imam, kerja mereka relatif lamban karena tidak mudah dalam merangkul klub-klub yang ada. Sehingga beberapa peraturan yang dinilai ideal sulit diterima klub.
"Misalnya kewajiban klub untuk menyerahkan deposit Rp 20 miliar sebelum liga berlangsung. Jadi kalau ini diterapkan dengan baik maka sungguh-sungguh liga akan profesional, klub juga. Bayangkan semua klub harus punya depostit 20 miliar sebelum liga berlangsung tidak ada lagi cerita pemain ditunggak bayarannya. Tai belum apa-apa klub sudah resisten," ujar Imam.
"Padahal perusahaan-perusahaan yang dibangun secara profesional, mendirikan PT, pasti harus ada depositnya. Nah, kalau memang angkanya terlalu berat sampaikan dong. Tapi keluhan-keluhan itu selalu muncul dipermukaan," ucap dia.
(mcy/fem)










































