PS Bangka mundur dengan berbagai pertimbangan, antara lain kompetisi tidak ada promosi dan degradasi, uang subsidi terlalu kecil, dan ingin fokus di kompetisi resmi.
PS Bangka sejatinya telah mengembalikan formulir pendaftaran Bahkan tim yang bermarkas di Sungailiat itu telah masuk dalam pembagian grup, yakni di grup satu. Tapi tiba-tiba mereka berubah pikiran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sampai saat ini belum mendapatkan pemberitahuan langsung maupun surat resmi. Karena 'kan klub kadang tiba-tiba suka galau, ntar iya, ntar tidak. Kami tunggu saja," ujar Tisha, Senin (25/4).
"Kalau misalnya mereka mau mundur, silakan saja. Tapi tentu kami minta surat resminya, harus ada komunikasi dan audiensi lebih dulu. Dalam regulasi sih tidak ada sanksi bagi klub yang mengundurkan diri, tapi pengunduran dirinya harus secara resmi."
Mundurnya PS Bangka, disebut Tisha tidak mempengaruhi pembagian grup yang telah dilakukan. Seperti diketahui, PS Bangka berada di grup satu Persiraja Banda Aceh, PSBL Langsa, PSPS Pekanbaru, PSMS Medan, Bintang Jaya, dan Persebo Bondowoso.
"Sama sekali tidak mempengaruhi, karena mereka kan grup satu, jumlahnya tujuh, kalau PS Bangka tidak jadi ikut, jadi enam. Jadi tidak masalah," kata dia.
(ads/a2s)











































