sepakbola

Jika Melenceng dari Regulasi, ISC Bisa Dicabut Rekomendasinya

Terpopuler Jadwal Pertandingan Klasemen Liga Hasil Pertandingan Man of The Match Gila Bola Foto Video

Jika Melenceng dari Regulasi, ISC Bisa Dicabut Rekomendasinya


Mercy Raya - detikSepakbola

Foto: detikSport/Muhammad Nur Abdurrahman
Foto: detikSport/Muhammad Nur Abdurrahman
Jakarta - Meski sudah memberikan rekomendasi kepada Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016 berjalan, namun pemerintah tidak akan segan-segan mencabut rekomendasi itu jika ada penyelewengan regulasi di pertengahan jalan.

Hal ini dilakukan pemerintah untuk memastikan langkah atau perubahan reformasi tata kelola sepakbola yang saat ini digaungkan pemerintah berjalan dengan rencana. Demikian hal itu disampaikan Menpora Imam Nahrawi dalam jumpa pers di Kantor Kemenpora, Kamis (28/4/2016).

Dalam sambutannya, Imam mengatakan salah satu bentuk reformasi tata kelola yang dilakukan adalah pelaksanaan kompetisi independen bernama Indonesia Soccer Championship ISC) yang diselenggarakan oleh Gelora Trisula Semesta (GTS). Ia berharap ISC bisa menjadi salah satu role model kompetisi dari reformasi sepakbola Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ISC sendiri telah melakukan reformasi tata kelolas sepakbola dengan melaporkan transparasi sumber-sumber pendapatan sponsor ISC yang sudah dilaporkan kepada pihaknya (Kemenpora). Seperti Torabika sebesar Rp 120 miliar, Indosat sebesar Rp 50 miliar, Bank BTN sebesar Rp 25 miliar, Sindo Muncul Rp 20 miliar, dan sisanya dari sponsor yang lain.

"Makanya, kalau ada yang bilang sepakbola berhenti, mati, itu sesuatu yang perlu kita hapus, karena kita lihat semangat masyarakat dari turnamen-turnamen sebelumnya yang kita laksanakan kemarin," kata Imam.

Namun, restu yang diberikan pemerintah kepada ISC A maupun B, Piala Soeratin, serta kompetisi umur lainnya, tidak bersifat mutlak. Sebab, jika gelaran ISC tidak sesuai dengan regulasi yang diajukan maka pemerintah sewaktu-waktu bisa akan mencabut rekomendasi tersebut.

"ISC ini sudah mendapat restu dari pemerintah, karena itu PT GTS dan klub harus menggunakan kepercayaan yang diberikan pemerintah dengan komitmen yang kuat, untuk menjalankan prinsip  tata keloa dan memajukan industri tata kelola sepakbola," sambung dia.

"Reformasi tata kelola sepakbola juga tidak berhenti sampai gelaran ISC yang akan terus dimonitoring dan dievaluasi. Karena bilamana ISC ini tidak sesuai dengan regulasi yang mereka ajukan, tidak sesuai dengan komitmen transparasi yang mereka ajukan, bisa jadi pemerintah sewaktu-waktu akan mencabut rekomendasi itu,"

"Karena menurut kami masih banyak hal yang perlu dibenahi dalam mereformasi tata kelola sepakbola," tegasnya.

ISC A akan mulai bergulir Jumat (29/4) di Stadion Mandala, Jayapura. Kompetisi ini akan diikuti 18 klub kasta tertinggi, Sedangkan ISC B akan dimulai keesokan harinya di Stadion Manahan Solo. Kompetisi ini akan diikuti 53 klub Divisi Utama.
(mcy/din)











Hide Ads