Ketika mencairkan pembekuan PSSI beberapa pekan lalu, Menpora berlasan bahwa ia ingin melihat kesungguhan dari PSSI dan anggotanya untuk menunjukkan perubahan. Pun demikian dengan FIFA yang turut mendorong hal yang sama.
Tidak lama setelah pembekuan tersebut dicairkan, beberapa klub anggota PSSI, yang menamakan diri mereka Kelompok 85, menuntut diadakanya Kongres Luar Biasa (KLB).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami hormati, apalagi itu jadi poin penting dari surat FIFA itu kepada Mensegneg (Menteri Sekretariat Negara), bahwa FIFA mendorong perubahan itu. Sekarang kami tagih, mau tidak nih mereka lakukan perubahan. Jangan membantah tidak ada kedaruratan karena Ketum-nya sudah tidak ada. Saya kira harus dilihat secara objektif," ungkap Menpora.
Namun demikian, Menpora tak ingin ikut campur soal KLB karena jadi urusan internal PSSI.
"Itu urusan internal mereka. Tapi, mereka selalu berdalil pemilik suara berkendak maka akan dipertimbangkan. Sekarang pemilik suara berkehendak seperti itu. Apa ada alasan lain."
Di sisi lain, Menpora juga diingatkan oleh Komisi X DPR-RI terkait pembekuan PSSI tersebut. Mereka berharap pembekuan PSSI itu tidak terulang kembali.
Kendati begitu, Komisi X juga meminta PSSI untuk memperbaiki hubungan dengan pemain, termasuk menetapkan standar terkait kontrak dan asuransi untuk pemain --yang mana jadi salah satu alasan Menpora membekukan PSSI.
(ads/roz)











































