Kerusuhan itu terjadi di Stadion Petrokimia, Minggu (22/5/2016), saat Persegres menjamu PS TNI. Sekitar 50-an suporter setidaknya mengalami luka-luka di kepala. Hingga saat ini pemicu kejadian tersebut masih simpang siur.
Di hari yang sama ada pula laporan bahwa seorang remaja 16 tahun bernama Stanislaus Gandhang Deswara asal Wonogiri, belakangan dikabarkan sebagai suporter klub PSS Sleman yang main di kompetisi Indonesia Soccer Championship (ISC) B, yang meninggal dunia diduga karena gesekan antarsuporter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Awal bulan ini juga ada suporter Persija Jakarta yang tewas setelah diduga dianiaya petugas, sewaktu ada bentrokan suporter dengan petugas keamanan jelang laga Persija vs Persela di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Merespons hal tersebut, Direktur Utama PT GTS Joko Driyono mengatakan bakal bertindak tegas. Tapi seperti apa sanksinya, Joko mengaku menyerahkan keputusannya kepada Komisi Disiplin
"Sejak kemarin kami masih intens mencari informasi dari panpel, match commissioner. Ini menjadi domain komisi disiplin dan kami akan segera bersidang pada Kamis (26/5) mendatang," ujar Joko kepada detikSport.
"Dari waktu yang sekarang, kami bisa mendapatkan informasi yang utuh agar keputusan yang diambil dan upaya-upaya ke depan lebih akurat," tegasnya.
(ads/krs)











































