Edy dipilih menjadi Ketua K-85 atas permintaan 92 voter. Mereka meminta presiden direktur PS TNI yang juga Pangkostrad itu untuk memimpin kelompoknya hingga KLB benar-benar bisa dilakukan.
Ia mengatakan, K-85 sudah dua kali berkirim surat kepada PSSI meminta segera digelarnya KLB. Namun hingga kini PSSI tidak merespons, tapi memilih akan lebih dulu memverifikasi para anggotanya yang ada di K-85 itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam statuta memang diatur jika KLB yang memiliki hak-hak suara ini (107 voter), salah satunya saya dari PS TNI mengajukan KLB. Tapi apabila sampai tiga kali mengajukan ini tidak dijawab, tidak diindahkan PSSI, ma ka dalam aturan main, kami akan menyurati FIFA dan tembusannya ke PSSI. Sehingga FIFA wajib mengecek, menindaklanjuti apa yang harus dilakukan PSSI," ungkap Edy di Jakarta, Selasa (24/5).
Menurutnya, KLB sudah memenuhi syarat untuk dilakukan dan PSSI sudah tidak bisa mengelak lagi. Apalagi mayoritas anggota PSSI menginginkannya.
"Secara normal, para pemilik suara kirim surat ke PSSI. PSSI akan menindaklanjuti ke FIFA. Nanti FIFA akan menurunkan tim normalisasi. Dalam kegiatan itu, akan ditentukan waktu KLB selama-lamanya enam minggu.
"KLB itu harus berjalan demokratis. Siapa yang menjadi calon. Kenapa ada syarat KLB? Yang pertama karena ketua umum PSSI berhalangan, organisasi tidak berjalan, dan 2/3 pemilik suara mengajukan KLB. Ini sudah 92 suara dari 107 anggota PSSI." (ads/a2s)











































