Menpora Imam nahrawi telah melakukan pertemuan dengan dengan pihak GTS, PSSI, Presiden Persija Jakarta, dan perwakilan dari kepolisian pada Senin (27/6/2016) siang tadi. Dalam pertemuan yang berlangsung kurang lebih dua jam itu, Imam memberikan sejumlah putusan. Salah satunya meminta PT GTS untuk mengganti kerugian material yang ditimbulkan dan termasuk menanggung biaya yang menjadi korban dalam insiden tanggal 24 Juni, dan pemerintah akan memberikan teguran sanksi adminitratif kepada PT GTS sesuai dengan UU No. 3 tahun 2005.
Menanggapi hal itu, Direktur Utama PT GTS, Joko Driyono, mengaku siap menjalani sanksi yang diberikan pemerintah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami juga menerima teguran dan sanksi adminisratif apapun yang diberikan Menpora sesuai UU yang berlaku," lanjut dia lagi.
Disadari Joko, upaya ekstra yang dilakukan timnya dengan menambah personil belum cukup untuk menghadang insiden yang terjadi. Untuk itu pihaknya akan mengevaluasi secara serius lagi, termasuk memahami dan melihat karakter penonton lebih dalam lagi.
Sehubungan dengan itu juga, pihaknya juga telah melakukan proses lain yang melibatkan Komisi Disiplin PSSI. Adapun hasil putusan sidang pertama Komdis adalah status pertandingan yang berhenti di menit 81 dengan skor 0-3, kemenangan atas Sriwijaya FC.
Sementara menyangkut hukuman klub, Joko mengatakn ada turunannya yaitu dari suporter, panpel dan lain sebagainya. "Kami akan bersidang besok dan memangguil pihak terkait, apa yang terjadi di rapat tadi akan menjadi referensi untuk mengambil keputusan karena runtutan legalnya di Komdis. Secara tidak langsung apa yang disampaikan Bapak Menteri mengikat karena keputusan itu terbit dari Kemenpora."
"Ya, mudah-mudahan ini menjadi effort kita bersama untuk mem-protect sepakbola dari hal-hal buruk selama pertandingan dan sekitar pertandingan agar spririt pertandingan ke depan bisa berjalan sebaik-baiknya," harapnya. (mcy/din)











































