"Ini adalah pertarungan menarik antara uji taktik a la Jerman vs Italia, gaya ilmu yang dimiliki latar belakang pelatih," ujar pelatih Semen Padang Nilmaizar, Senin (25/7). Laga antara kedua kesebelasan dalam pekan ke-12 Torabika Soccer Championship ini akan dihelat malam ini di Stadion H. Agus Salim.
Ya, Nil memang sempat menimba ilmu kepelatihan di Jerman beberapa tahun yang lalu. Sementara pelatih Persib, Djajang Nurdjaman, baru saja mengikuti kepelatihan selama empat bulan di Italia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Persib juga tak kalah oke. Pada pekan ke-11, 'Maung Bandung' menaklukkan tuan rumah Persipura Jayapura 2-0. Torehan ini sekaligus mematahkan anggapan bahwa Persib sulit menang di kadang Persipura.
Namun demikian, Persib harus berhati-hati karena berdasarkan statistik, Persib tidak pernah menang di kandang Semen Padang. Terakhir kali Persib bisa menundukkan Semen Padang adalah pada 2006, di mana Persib menang dengan skor 1-0.
"Kami tentunya ingin menang, ini adalah kandang kami. Meski statistik berpihak kepada kami, tapi kami harus fokus dan waspada. Persib adalah tim bagus," kata Nil.
Semen Padang pun kini bisa bernafas lega karena pemain pilarnya, Irsyad Maulan dan Jandia Eka Putera, sudah bisa dimainkan. Kehadiran dua pemain tersebut menjadi tambahan motivasi bagi mereka.
Di sisi lain, Djajang juga bertekad menghapus rekor buruk di markas Semen Padang. Melihat hasil di Jayapura, pelatih asal Majalengka ini optimistis bisa membuktikan tekadnya itu.
"Anak-anak dalam kepercayaan diri tinggi, semoga pertandingan ini bisa melanjutkan hasil positif dari laga kemarin. Untuk bisa menang, kami tidak mau bermain bertahan. Tapi, harus bisa tampil menyerang dan bertahan," kata Djajang.
(ads/roz)











































