Timnas U-19 tengah menghadapi persiapan Piala AFF U-19 pada September mendatang di Myanmar. Mereka pun telah menggelar pemusatan latihan di Yogyakarta sejak seminggu yang lalu.
Sebelum menghadapi Filipina pada Jumat (19/8) di Stadion Maguwoharjo, Sleman, skuat 'Garuda Muda' sempat menjajal tim lokal yakni Universitas Negeri Yogyakarta pada Selasa (16/8) kemarin. Hasilnya, mereka menang 3-0.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah hampir seminggu kami latihan di Yogyakarta. Perkembangan pemain ada, mereka bisa menjalankan strategi yang diinginkan. Tapi kerja sama tim masih kurang. Mereka belum terlalu menyatu. Mungkin karena mereka baru bergabung satu sama lain. Jadi butuh waktu," ujar Edu kepada detiksport, Kamis (18/8).
"Di atas lapangan mereka lebih banyak diam. Tapi saya tekankan kepada anak-anak harus banyak bicara, komunikasi. Saya bangun itu, caranya? Kita makan bersama-sama, berangkat bareng sama-sama biar mereka lebih banyak ngobrol dan bicara."
Selain soal komunikasi, eks pelatih PS TNI ini menilai mental bertanding para pemainnya masih kurang karena minim jam terbang. Akibatnya, mereka sering merasa tegang dan grogi sehingga berpengaruh terhadap permainan tim.
"Setelah melawan UNY, mereka bilang bahwa mereka masih tegang. Berarti 'kan ini masalah mental. Mental bertanding mereka masih kurang. Saya katakan kepada anak-anak, mereka sudah memilih bermain sepakbola berarti harus mempunyai mental yang kuat, harus enjoy.
"Mental bertanding yang kurang membuat mereka bermain tidak lepas. Di latihan mereka bisa bermain enjoy, tapi ketika bertanding semua hilang."
Untuk itu, Edu berencana membuka kelas psikologis bagi para pemainnya. Dia berharap hal itu bisa membantu memperbaiki mental anak didiknya itu.
"Nanti malam kami membuka kelas psikologis dengan psikolog sebelum melawan Filipina besok. Saya ingin anak-anak mentalnya lebih kuat, mungkin dengan ahlinya lebih mengerti harus bagaimana dan seperti apa. Jadi target kami yang pertama adalah membangun mental bertanding mereka dan kerja sama," tambah Edu.
Sementara itu, pelatih 54 tahun ini akan kembali memulangkan satu pemain dari 24 pemain saat ini. Pada laga ujicoba melawan Filipina, Edu akan melakukan penilaian.
"Saat ini ada 24 pemain, kami hanya bisa membawa 23 pemain. Artinya ada yang dicoret satu. Soal penilaian pemain, saya tidak bisa menilai, karena semua sama rata. Makanya, saya ingin melihat di pertandingan besok." katanya.
(ads/a2s)











































