'Soal Izin Pemain Asing Jangan Salahkan Klub, Kembalikan kepada Operator'

'Soal Izin Pemain Asing Jangan Salahkan Klub, Kembalikan kepada Operator'

Mercy Raya - Sepakbola
Kamis, 01 Sep 2016 00:25 WIB
Soal Izin Pemain Asing Jangan Salahkan Klub, Kembalikan kepada Operator
Foto: dok. GTS
Jakarta - Asisten Manajer Barito Putera, Syarifuddinn Ardasa, mengakui jika proses Kartu Izin Tinggal Sementara pemain asingnya masih dalam proses. Namun ia menyayangkan jika untuk masalah ini klub yang disalahkan.

Sebanyak 81 pemain asing dari 11 klub yang berkiprah di ISC terbukti sebagai pemain ilegal. Tiga diantaranya merupakan pemain-pemain klub Barito Putera.

Kepada detikSport, pihak Barito Putera sendiri mengakui jika pemainnya memang masih memproses izin tinggal. Namun, mereka juga meminta agar persoalan ini bisa dilihat latar belakangnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Begini, ya, kenapa hal itu bisa terjadi karena kompetisi kita kemarin tidak dalam posisi diakui secara resmi oleh FIFA dan organisasi pun sedang dibekukan. Nah, dalam kondisi itu aturan siapa yang ingin kita pakai? Kalau aturan FIFA memang sudah jelas dilarang, tapi kan seiringnya waktu kompetisi berjalan, pembekuan pun dicabut.

"Ya, wajar klub-klub harus segera mempersiapkan, tapi itu pun masih dalam proses dari tahapan visa kunjungan ke visa bisnis, lalu ke Kitas itu," kata Syarifuddin, saat dihubungi detikSport, Rabu (31/8/2016).

Ditambahkan Syarifuddin, Barito juga tidak bisa berbuat banyak karena sudah menyadari kalau kompetisi ini sendiri hanya untuk 'ramean', ditambah waktu yang tidak cukup mendukung untuk mengurus semua keperluan administrasi pemain asing karena kompetisinya pun dadakan.

"Selain itu pemain-pemain trial semua. Apakah kita itu klub yakin bahwa pemain itu akan dikontrak jangka panjang selama satu musim. Nah, itu yang tidak bisa dilakukan. Saya pikir kalau mau memposisikan sebagai ketua klub juga berat, kecuali ada putusan misalnya kami tidak pakai pemain asing, itu clear.

"Kalau ini kan serba abu-abu. Tapim kalau sekarang organisasi sudah diakui lalu suspendnya diakui FIFA, tapi status kompetisi sudah diakui belum?"

"Kalau memang sudah, seharusnya siapa pemenangnya ini sudah mewakili kita bawa ke Asia, siapa yang di atas akan promosi dan siapa yang di bawah akan terdegradasi. Tapi, sampai sekarang dari operator tidak ada statment bahwa 'oh, ini sudah diakui secara resmi maka akan diberlukan proses promosi degradasi'. Beda 'kan?

"Jadi, jangan menyalahkan klub dong. Apa-apa klub disalahin. Kami 'kan hanya menyesuaikan saja dalam kondisi yang memang tidak akui saat itu. Jadi, lembaga survei itu jangan tiba-tiba ujug-ujug itu yang dilihat, tapi lihat historinya."

Terkait BOPI yang sudah mengonfirmasi kepada pihak GTS terkait persoalan pemain asing ilegal, klub tidak mengetahui hal tersebut. Menurut Syarifuddin, dari PT GTS sendiri tidak ada konfirmasi menyoal hal tersebut.

"Tidak ada. kemarin pun pertemuan evaluasi ISC putaran pertama tidak ada bahas itu. Saya pikir karena di satu sisi orientasinya sudah diakui nih, tetapi sejak awal PSSI itu bukan di bawah PSSI. Ini lembaga independen sebuah regulator. Jadi ini dua hal yang berbeda.

"Apa pun aturannya kami taat hukum sepanjang aturannya diperjelas. Tapi, ini 'kan sampai sekarang kami tidak tahu seperti apa rekomendasi. Karena satu sisi kami tunduk kepada PSSI, tetapi faktanya PT GTS itu tidak di bawah afiliasi PSSI. Itu sudah ada klausulnya. Sekarnag kembalikan ke operatorlah," pungkasnya.

(mcy/roz)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads