Soal Pemain Asing Ilegal, Klub Klaim Sudah Sesuai Aturan GTS

Soal Pemain Asing Ilegal, Klub Klaim Sudah Sesuai Aturan GTS

Mercy Raya - Sepakbola
Kamis, 01 Sep 2016 03:07 WIB
Soal Pemain Asing Ilegal, Klub Klaim Sudah Sesuai Aturan GTS
Foto: ist.
Jakarta - Ada banyak pemain asing ilegal di ajang Torabika Soccer Championship. Soal hal itu pihak klub mengklaim bahwa mereka sudah mengikuti aturan pihak operator liga.

Sebanyak 81 pemain asing dari 11 klub yang berkiprah di TSC terbukti sebagai pemain ilegal. Klub tidak bisa berbuat banyak karena sudah mengikuti aturan main yang diberikan PT Gelora Trisula Semesta (GTS).

Seperti diberitakan sebelumnya, Lembaga Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Save Our Soccer #SOS, telah menemukan fakta terkait banyaknya pemain dan pelatih asing tidak memiliki Kartu Izin Tinggal Sementara/Terbatas (Kitas).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk kompetisi kali ini, tercatat 81 pemain dan pelatih asing yang keluar masuk dan berkiprah di TSC. Total, 64 pemain dan pelatih asing menggunakan visa on arrival, 16 pemain pelatih memakai visa kunjungan usaha, dan satu pemain tidak diketahui jenis visanya.

SOS menganggap setiap klub dan operator yang membiarkan dan melakukan pembenaran terhadap masalah ini bisa dicabut izin usahanya bila mengaju kepada Permenakertrans nomor 12 Tahun 2013.

Sriwijaya FC menjadi salah satu klub yang terbukti enam pemain asingnya hanya menggunakan visa on arrival. Menurut SOS, Visa on arrival itu merupakan visa turis dan berlaku 30 hari. Tidak bisa digunakan untuk bekerja.

Kelima pemain Sriwijaya itu adalah Maurico Macial, Alerto Goncalves, Hilton Moreira, Thierry Gathussi, Yo Hyun Koo.

"Kami mengurus terus loh mbak, ada visa juga dan ikuti aturannya. Memang untuk Kitas kita sedang proses dan tidak ada masalah," kata sekretaris tim Sriwijaya FC, Ahmad Haris, saat dihubungi detikSport, Rabu (31/8/2016).

"Kami itu sudah koordinasi dengan PT GTS dan mereka menyetujui karena kami mengikuti standar mereka kan. Lalu kami kasih tahu kepada BOPI. Kalau ternyata ada persoalan, ya sekarang standarnya kami operator," lanjut Haris.

Menurut Haris, jika memang hal itu dipermasalahkan Harusnya sejak awal itu dikoordinasikan oleh operator. "Ini kan sudah sampai putaran pertama, kami itu hanya mengikuti proses (yang diminta). Jika tidak, pasti pemain (kami) pasti dicoret dan disuruh pulang tapi sekarang sudah sampai putaran pertama," kata dia lagi.

Sriwijaya sendiri sampai saat ini masih menunggu keputusan operator. Pun (terpaksa) harus memulangkan pemain pihaknya akan ikut aturan untuk memenuhi semunya.

(mcy/cas)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads