sepakbola

BOPI: PT GTS Tak Pernah Minta Bantuan Soal Pemain Asing

Terpopuler Jadwal Pertandingan Klasemen Liga Hasil Pertandingan Man of The Match Gila Bola Foto Video

BOPI: PT GTS Tak Pernah Minta Bantuan Soal Pemain Asing


Mercy Raya - detikSepakbola

Foto: Dokumentasi PT. GTS
Foto: Dokumentasi PT. GTS
Jakarta - BOPI (Badan Olahraga Profesional Indonesia) menyanggah tudingan telah ingkar janji soal pemberian bantuan pada PT GTS. Sebaliknya, PT GTS tak pernah minta bantuan untuk mengurus dokumen pemain asing.

Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal BOPI, Heru Nugroho. Dalam perbincangannya dengan detikSport, Heru membenarkan soal MoU (nota kesepahaman) yang dilakukan dengan pihak operator, tetapi itu berlaku jika PT GTS mengalami kesulitan.

Namun faktanya, kata Heru, PT GTS sama sekali tidak pernah meminta secara spesifik apa yang ingin dibantu. "Memang kami mau bantu. Jangankan BOPI, semua pihak kepingin membantu, apalagi BOPI yang sudah menjadi tanggungjawab. Cuma kalau memang dibantu apanya, wong mereka saja tidak pernah bilang apa yang ingin dibantu," kata Heru, Kamis (1/9/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

[Baca Juga: Masalah Izin Kerja Pemain Asing, PT GTS Lempar ke Klub dan Kritik BOPI]

"Harusnya ada inisiatif mereka (PT GTS) untuk meminta. Kan waktu kita dapat (temuan) ini sudah kami ingatkan. Lalu dijawab, 'iya kami selesaikan'. Tetapi (sampai saat ini) tidak pernah ada permintaan, 'Pak, bantu mengurusi ini atau mereka kesulitan di pemain asing', saya tidak pernah dengar permintaan itu," lanjut dia.

Lebih jauh Heru mengatakan padahal pihaknya telah secara intens berkomunikasi dengan pihak operator. Namun tidak ada permintaan soal kesulitan pengurusan dokumen pemain asing.

"Kalau bantuan untuk pengawasan dan evaluasi itu, iya. Itu sudah kami lakukan lewat pengawasan. Tapi masa kalau kita mau bantu, yo sini dong, kita bantu. Tidak bisa begitu. Ya kalau kita mau bantu, ya bantu apa? kan kita tidak tahu. Begitu, loh. Tidak ada permintaan bantuan dari PT GTS, jadi kami tidak tahu apa yang harus dibantu."

"Loh, kami tak menyalahkan operator. Semuanya kami masalahin ya operatornya, ya klubnya. Cuma jalur komunikasi BOPI kan lewat operator. Masa BOPI jalurnya langsung ke klub. Tidak mungkin lah," ujarnya.

Kasus pemain ilegal asing di ISC muncul setelah Lembaga Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Save Our Soccer #SOS mengungkapkan data mengejutkan soal banyaknya pemain dan pelatih asing tidak memiliki Kartu Izin Tinggal Sementara/Terbatas (Kitas) yang menjadi syarat mempekerjakan tenaga asing sesuai Permenakertrans Nomor 12 Tahun 2013.

Di ISC, tercatat 81 pemain dan pelatih asing yang keluar masuk dan berkiprah di TSC. Total, 64 pemain dan pelatih asing menggunakan visa on arrival, 16 pemain pelatih memakai visa kunjungan usaha, dan satu pemain tidak diketahui jenis visanya.

SOS menganggap setiap klub dan operator yang membiarkan dan melakukan pembenaran terhadap masalah ini bisa dicabut izin usahanya apabila mengaju kepada Permenakertrans nomor 12 Tahun 2013.

"Kami akan coba koordinasi dengan GTS dan kita akan panggil mereka. Terdekat weekend ini," kata Heru menyoal langkah yang dilakukan dalam waktu dekat.
(mcy/din)











Hide Ads