Sebelumnya, 'Macan Kemayoran' meraih kemenangan atas Perseru Serui (2-1) dan Barito Putera (3-2). Kini gantian PS TNI yang mereka tundukkan. Meski begitu, Persija tidak meraih kemenangan mudah.
Pada laga yang digelar di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, tersebut, Persija sempat tertinggal 0-1 lewat gol Suhandi pada menit ke-49. Namun, setelah meningkatkan intensitas serangan, Persija membalikkan keadaan lewat gol Greg Nwokolo di menit ke-62 dan gol Gunawan Dwi Cahyo di menit ke-90.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini pertandingan yang sangat menarik bagi saya. Persija luar biasa dan PS TNI juga luar biasa. Tapi, secara umum pertandingan luar biasa," ujar Mamak usai laga.
"Yang jelas Persija sekarang dianggap trennya mulai naik. Lawan juga pasti akan bermain maksimal. Kami memang menang tipis di laga kali ini karena kami kurang beruntung untuk bisa menambah angka. Tapi, hasil ini kami persembahkan untuk Jakmania yang telah datang."
Terkait strategi di pertandingan kali ini, Mamak --panggilan Muhammad Zein-- mengakui sedikit melakukan perubahan terutama di lini depan dan belakang. Pada lini pertahanan, Maman Abdurahman dimainkan sebagai bek kiri sejak menit awal. Namun pada menit 51, dia diganti oleh Andik Rendika Rama.
Sementara di lini depan, pelatih asal Surabaya itu memainkan trio GBK (Greg Nwokolo, Bambang Pamungkas, dan Emmanuel Kenmogne). Dia pun memiliki alasan tersendiri.
"Saya memainkan Maman karena terakhir kali lawan Barito Putera dia sangat baik. Andik Rama sudah melakukan tiga kali gol bunuh diri, berarti mentalnya kurang baik dan menurun. Tapi, itu semua saya lakukan karena kebutuhan tim, bukan karena pemainnya jelek."
"Lalu untuk tiga pemain itu, saya sebagai pelatih tidak akan pilih kasih. Rodrigo Tosi tidak kami mainkan karena ada strategi lain, ini semua hanya untuk memenangi pertandingan."
Dengan kemenangan ketiga kalinya ini, Mamak mengaku tidak memasang target muluk-muluk. Menurutnya dia ingin Persija lebih baik dan diakuinya membutuhkan waktu. Persija saat ini duduk di posisi ke-14 klasemen sementara Torabika Soccer Championship dengan nilai 26.
"Sepakbola perlu waktu perlu proses, itu kenapa kami sedang membangun. Kenapa kami selalu tertinggal lebih dahulu di setiap pertandingannya," ujarnya.
(ads/roz)











































