DetikSepakbola
Jumat 11 November 2016, 13:55 WIB

Kembali Dipimpin Militer, PSSI Diyakini Punya Harapan Baru

Lucas Aditya - detikSport
Kembali Dipimpin Militer, PSSI Diyakini Punya Harapan Baru Foto: Rachman Haryanto
FOKUS BERITA: Mencari Ketum Baru PSSI
Jakarta - Kongres Pemilihan PSSI memunculkan Pangkostrad, Letnan Jenderal TNI Edy Rahmayadi sebagai ketua umum baru. PSSI kini dinilai mempunyai asa baru.

Pada kongres yang berlangsung di Hotel Mercure kawasan Ancol, Jakarta Utara, Kamis (11/10/2016), Edy memenangi voting dengan hasil 76 suara. Dia pun menjadi ketua umum PSSI dalam empat tahun mendatang.

Setelah 13 tahun, PSSI kembali dipimpin oleh tentara. Terakhir kali induk bola sepak tanah air dipimpin dari militer saat masih diketuai oleh Agum Gumelar.

Pasca Agum, ada tiga orang sipil yang menjadi nahkoda PSSI. Nurdin Halid, Djohar Arifin, dan La Nyalla Mattalitti merupakan ketiganya. Selama itu, sepakbola nasional lebih banyak dihiasi dengan banyak berita konflik daripada kabar membanggakan soal prestasi tim nasional. PSSI sampai dua kali mengalami dualisme organisasi.

Pemerhati sepakbola nasional, Budiarto Shambazy, bilang bahwa terpilihnya Edy akan mampu membawa publik mempunyai harapan baru agar sepakbola nasional lebih berprestasi lagi. Dia mengungkapkan alasannya.

"Sudah cukup lama PSSI tak dipimpin oleh militer. Ada tiga ketua dari sipil pasca Agum Gumelar, dan PSSI malah berantakan. Publik menganggap bahwa orang dari militer memang dibutuhkan karena tegas," kata Budiarto Shambazy saat dihubungi oleh detikSport.

"Banyak kasus suap, pengaturan skor, klub tidak becus melakukan pengelolaan, dan juga kerusuhan suporter."

"Dengan adanya pemimpin dari militer, ada suatu harapan baru. Prestasi timnas juga bagus saat PSSI dipimpin oleh kalangan militer."

"Saat masih dipimpin Kardono, timnas berprestasi bagus. Lolos ke semifinal Asian Games 1986 dan nyaris lolos Piala Dunia di tahun yang sama. Dengan referensi itu, maka ada harapan baru," imbuhnya.

Di susunan kepengurusan Edy, masih ada beberapa orang muka-muka lama di PSSI. Soal hal itu, Budiarto Shambazy mengakui bahwa untuk saat ini akan sangat sulit untuk membentuk rezim baru.

"Memang sudah untuk membangun rezim baru. Tapi, orang lama yang terpilih ini bisa dilihat satu-satu," kata Budiarto Shambazy lagi.

"Untuk salah satu jabatan wakil ketua umum yang dipegang Joko Driyono, jangan terlalu khawatir. Kemampuannya masih dibutuhkan untuk memutar kompetisi, tak ada lagi orang yang seperti dia."

"Edy dengan latar belakang dari militer, diharapkan bisa tegas saat memimpin PSSI," imbuhnya.



(cas/din)

FOKUS BERITA: Mencari Ketum Baru PSSI
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed