Joko Driyono tentang Kompetisi Reguler dan Nonreguler

Amalia Dwi Septi - Sepakbola
Selasa, 15 Nov 2016 13:26 WIB
Foto: detikcom/Rengga Sancaya
Jakarta - Pertanyaan yang jawabannya paling sering dinanti-nantikan publik sepakbola Indonesia dalam setahun terakhir adalah: kapan kompetisi akan kembali dijalankan federasi?

Maklum, sejak PSSI dibekukan pemerintah, dan kemudian diskorsing oleh FIFA, hingga kini tak kunjung jelas nasib kompetisi. Yang ada hanya turnamen-turnamen tak resmi, termasuk yang saat ini masih berlangsung: Torabika Soccer Championship.

Setelah petinggi pengurus baru PSSI terbentuk, dari kongres di Ancol pada 10 Desember lalu, pertanyaan seputar kompetisi tersebut kembali dimunculkan --dan dijawab oleh Joko Driyono, yang terpilih sebagai wakil ketua umum.

Menurut dia, memang ada beberapa opsi yang dijadikan patokan seperti liga-liga di Jepang, Eropa atau Asia. Namun butuh pertimbangkan matang untuk memilihnya.

"Kalau kompetisi yang digelar sekarang ini bisa selesai di Desember, maka mungkin Maret kompetisi ISL dan turunannya bisa diselenggarakan. Itu supaya pemain tidak lama menganggur," ujar Joko kepada pewarta usai rapat Komite Eksekutif PSSI di Jakarta tadi malam (14/11/2016).

"Biasanya akan ada off season selama empat hingga enam pekan. Pre-season pun enam pekan. Jadi mungkin ada ada sekitar 2,5 bulan. Jika semua berjalan lancar seperti itu, maka Maret 2017 seharusnya kompetisi reguler yang baru sudah berjalan," jelasnya.

Namun demikian, Joko menggarisbawahi bahwa perihal kompetisi akan diputuskan di kongres tahunan organisasi di Bandung pada 8 Januari mendatang. Pun tentang rencana fPSSI mengadakan kompetisi nonreguler.

"Ada juga kompetisi nonreguler yang kemarin berjalan sukses. Ada Piala Presiden, Piala Jenderal Sudirman, Piala Bhayangkara. Kami pun tadi menyampaikan bahwa kompetisi resmi yang masuk dalam industri juga harus mempertimbangkan time exposure dengan waktu ideal adalah sekitar delapan bulan dalam satu musim.

"Terlalu pendek pun tidak bagus mengingat dari kacamata industri exposure itu penting. Akan ada empat bulan dari 12 bulan yang akan kami gunakan untuk mengelola kompetisi-kompetisi nonreguler," katanya.

Joko, yang di era sebelumnya pernah menjabat sebagai CEO PT Liga Indonesia dan sekjen PSSI, juga ditanya soal keberadaan PT Liga dan PT Gelora Trisula Semesta (GTS) sebagai operator kompetisi yang dikelola PSSI.

"Tunggu, akan kami jelaskan dan putuskan setelah ISC selesai. Insya Allah," tukas pria yang saat ini masih tercatat sebagai direktur utama PT GTS tersebut.

(ads/a2s)