Tak Leluasa Panggil Pemain ke Piala AFF, Riedl: Tak Semua Klub Dukung Timnas

ADVERTISEMENT

Tak Leluasa Panggil Pemain ke Piala AFF, Riedl: Tak Semua Klub Dukung Timnas

Amalia Dwi Septi - Sepakbola
Kamis, 17 Nov 2016 15:13 WIB
Foto: Amalia Dwi Septi/detikSport
Jakarta - Pelatih Alfred Riedl tak bisa menyembunyikan kekecewaanya menyusul adanya larangan dari klub yang tak mau melepas pemainnya ke timnas. Dia mengaku heran dan kecewa karena tak semua pihak mendukung timnas.

Dalam masa persiapan timnas ke Piala AFF 2016, Riedl sempat mengalami kesulitan memanggil pemain. Sebabnya, banyak klub tak mau melepas pemainnya karena tenaga mereka sangat dibutuhkan untuk berlaga di kompetisi domestik.

Salah satunya adalah Jandia Eka Putra. Meski sudah dipanggil pada pemusatan latihan terakhir di Karawaci Tangerang, Jandia tak kunjung datang. Dia dikabarkan tidak mendapat izin dari klubnya, Semen Padang.

Kejadian itu juga kembali terjadi. Dua hari menjelang keberangkatan, Riedl mencoba memanggil Ferinando Pahabol untuk menggantikan Irfan Bachdim yang cedera.

Namun Persipura Jayapura menolak melepas Pahabol karena saat ini adalah pekan krusial bagi timnya tampil di TSC. Padahal, dalam daftar 23 pemain yang dibawa, hanya ada satu pemain Persipura, Boaz Salossa.

Alhasil, Riedl pun akhirnya memanggil Muchlis Hadi Ning sebagai pengganti Pahabol. Dia dijadwalkan baru akan menyusul ke Filipina besok, Jumat (18/11).

Adanya pembatasan masing-masing klub hanya melepas dua pemain tak dipungkiri membuat Riedl kesulitan. Ya, sebelumnya PT GTS (Gelora Trisula Semesta) memang membuat kesepakatan bahwa Riedl hanya boleh memanggil dua pemain dari masing-masing klub.

"Pahabol tak bisa datang karena klubnya tak mengizinkan. Liga punya aturan yang mendukung Persipura karena hanya dua pemain yang boleh kami ambil. Ternyata tak semua klub dan tak semua orang dukung tim nasional. Ini sangat menyedihkan bagi saya, pelatih. Kami memulai timnas dengan halangan hanya dua pemain setiap klub," ujar Riedl.

Dengan kondisi tersebut, pelatih asal Austria itu bahkan sampai harus merevisi targetnya, yang pada awalnya ia yakin bisa membawa timnas bisa lolos ke final. Menurutnya target itu sulit terealisasi.

"Tapi kami ubah karena situasinya berubah bagi saya. Karena saya hanya bisa memanggil dua pemain setiap klub. Asal kalian tahu kami tak bisa membentuk tim yang terkuat karena ada beberapa pemain yang tak bisa kami ajak," katanya. (ads/din)

ADVERTISEMENT