Indonesia tergabung dalam Grup A Piala AFF 2016. Pertandingan pertama ajang itu sudah dimulai sejak 19 November di Filipina.
DetikSport berkesempatan mengawal penampilan Pasukan Garuda sejak laga perdana sampai hari ini. Bukan cuma mental yang harus disiapkan, tapi juga fisik. Tahu sendiri kan, timnas kali ini banyak diisi muka-muka baru setelah muncul peraturan yang tak semestinya: klub cuma boleh mengirimkan maksimal dua pemain sebab liga masih tetap berjalan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cara paling gampang untuk menjaga fisik, menurut saya, makan teratur. Makanya, sebelum terbang ke Manila saya sudah mencari tahu soal kuliner di sana. Setidaknya saya sudah mempunyai gambaran besar soal cita rasa kuliner Filipina. Saya sudah siap kalau nantinya tak berjumpa dengan sambal, kecap manis, dan sayuran mungkin menjadi suatu hal yang dirindukan orang Indonesia.
Setelah sampai Manila dan menuju Bocaue, macam-macam pilihan makanan yang dengan mudah dijumpai itu benar-benar jadi barang langka. Di atas meja restoran dan warung-warung makan lebih gampang dijumpai cuka, kecap asin, dan minyak ikan. Rasa asin dan asam begitu pekat dalam keseharian mereka.
Awalnya, lidah kami--para peliput Piala AFF 2016--merasa aneh dengan cita rasa yang berbeda itu. tapi lama-lama: enak juga.
Setelah tinggal beberapa hari di sana lechon dan ayam inasal merupakan dua jenis kuliner yang paling banyak ditemui di pinggir jalan. Satu lainnya, tentu saja deretan restoran fast food yang tak beda jaduh dengan di Indonesia.
Buat saya lechon jadi favorit pertama. Lechon merupakan masakan khas Filipina yang dipengaruhi oleh budaya Spanyol. Mirip dengan babi guling khas Bali, yang membedakan adalah side dish-nya.
Kalau babi guling khas Bali disuguhkan dengan pendamping nasi, sambal, dan lawar. Kalau Lechon dimakan menggunakan saus yang dibuat dengan campuran cuka, hati babi, dan sedikit cabai.
Bagi warga Filipina, lechon merupakan masakan spesial. Masakan ini biasa disajikan untuk melakukan sebuah perayaan.
"Anda mencari lechon? Sedang mau merayakan apa?" tanya Mariko Singayan, salah seorang supir taksi yang ditumpangi detikSport.
Kami jawab saja kalau menu ini kami pilih buat merayakan pekan sepakbola di negeri penggila basket. padahal dalam kami ingin melantangkan: kami merayakan timnas Merah Putih juara di sini, Pak!
Foto: Lucas Aditya/detikSport |
Sebagai pilihan lain yang bisa menjadi pertimbangan umat muslim kaitannya dengan kehalalan makanan, ada juga ayam inasal. Ini seperti ayam bakar di Indonesia. Lengkap dengan nasi.
Cuma, jangan bayangkan sambal terasi atau sambal tomat sebagai pendamping ayam inasal. Cuka, kecap, asin dan minyak ikan tetap menjadi deretan saus yang ada di atas meja. Andai ingin sambal, maka akan ada prmusaji yang membawakan cabai utuh untuk diracik sendiri menjadi sambal.
Andai ingin menambah nasi, bisa membeli paket unlimited rice. Salah satu gerai yang paling terkenal di Filipina menyediakan paket tambah nasi sepuasnya.
Satu pilihan aman lain untuk umat muslim ke kelas restoran-restorang cepat saji seperti yang ada di Indonesia. Tapi, jangan kecewa andai Anda mendapati rasa yang cukup berbeda junk food yang ada di tanah air.
"Orang-orang Filipina memang tak suka pedas. Mereka juga senang mengonsumsi daging dalam keseharian, masakan sayur susah ditemukan di sini," kata Reza, salah seorang Warga Negara Indonesia yang tinggal di Manila.
"Mereka tak menyukai rasa pedas bahkan bon cabe level 5 pun sudah sangat pedas buat mereka. Kecap manis juga menjadi barang langka di sini."
Foto: Lucas Aditya/detikSport |
"Yang paling penting, kalau tinggal di sini harus sering-sering untuk berolahraga. Kalau tidak, nanti bisa kegemukan dalam waktu singkat," imbuhnya.
Ya betul setiap kali kami mampir ke resto atau warung, kami dibuat kekenyangan. Tapi seperti saya bilang tadi, kami butuh energi untuk mengawal timnas. Bukankah perasaan yang diaduk-aduk selama 90 menit cukup menguras energi?
Persiapan fisik dan mental itu baru separuh jalan. Indonesia masih menyisakan laga hidup mati pada fase Grup A Piala AFF 2016. Indonesia ada di ujung tanduk menjelang laga melawan Singapura.
Skuat 'Garuda' wajib menang melawan Singapura, sembari berharap Filipina cuma imbang melawan Thailand. Para pendukung Indonesia tentunya tak mau The Azkals berpesta lechon untuk merayakan keberhasilan lolos ke semifinal Piala AFF untuk keempat kalinya sejak tahun 2010.
(cas/fem)












































Foto: Lucas Aditya/detikSport
Foto: Lucas Aditya/detikSport