Hal itu dikatakan Edy Rahmayadi dalam sesi konferensi pers usai rapat terbatas (ratas) soal percepatan pembangunan sepakbola di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (24/1/2017). Dalam agenda itu Jokowi mengajak duduk bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga, PSSI, juga 15 kementerian lain.
"Tadi kami sudah membahas tentang persepakbolaan. Seperti kita ketahui saat ini perlu perbaikan-perbaikan sehingga pesepakbolaan kita ini bisa berkiprah di Asia maupun di tingkat internasional," kata Edy Rahmayadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Baca juga: Presiden Jokowi Instruksikan 4 Langkah Pembenahan Total Sepakbola Nasional]
Setelah itu perwira tinggi TNI yang saat ini menjabat sebagai pangkostrad tersebut menyatakan bahwa infrastruktur menjadi persoalan kedua yang jadi bahasan.
"Perlu diketahui bahwa lapangan bola kita yang standar FIFA itu cuma dua. Yang satu di Jakarta yang satu di Palembang Jaka Baring. Ini diharapkan setiap provinsi ada satu lapangan sepakbola berstandar FIFA. Ini juga perintah presiden akan dicari termasuk setiap desa akan ada lapangan bola," ujarnya.
Perkara pelatih menjadi pokok bahasan ketiga dalam ratas tersebut. "Pelatih ini sangat minim. Hanya 167 pelatih yang ada di Indonesia. Nah orang lain di malaysia saja sudah ada 565 pelatih. Nah ini juga merupakan pelatih perlu pembinaan pelatih ini juga sudah ada petunjuk presiden."
"Sangat luar biasa presiden sampai mengejak di tingkat ini. Luar biasa. Kami akan berbuat dan kami akan mencari agar segera keluar dari permasalahan ini," tegas Edy Rahmayadi.
(jor/krs)










































