Pria yang akrab disapa 'Om Hen' itu menghembuskan nafas terakhirnya di usia 83 tahun, setelah sekitar satu pekan sudah terbaring sakit di RS Mulia Padjajaran akibat sesak nafas.
"Ikut berduka cita yang mendalam atas wafatnya Sugih Hendarto, pelatih Persija era 80 dan 90an, pada Minggu (5/3) di Bogor," tulis Persija di akun twitter mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ikut berduka cita yang mendalam atas wafatnya Sugih Hendarto (Om Hen),pelatih Persija era 80 dan 90an, pada Minggu (5/3) di Bogor. #Persija pic.twitter.com/cdy8P3U6it
β Persija Jakarta (@Persija_Jkt) March 5, 2017
Pada masanya, Hendarto dikenal sebagai pelatih bertangan dingin. Hal itu dia buktikan setelah sukses membangkitkan Persija dari keterpurukan dan membawa 'Macan Kemayoran' melaju ke babak final Liga Perserikatan tahun 1988.
Salah satu pemain yang sukses diorbitkan oleh Hendarto adalah Rahmad Darmawan, yang kini juga sudah meniti karier sebagai peracik taktik.
(ads/krs)











































