Milla memang cukup terkenal semasa bermain karena dia adalah lulusan akademi Barcelona. Selain bermain di tim Catalan tersebut, Milla bahkan pernah memperkuat Real Madrid dan Barcelona.
Bermain di tim sebesar itu tentu menempa kualitas Milla ketika dia berkarier sebagai pelatih. Memang kariernya sebagai pelatih klub, Milla tak begitu cemerlang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemain-pemain itu kini yang memperkuat banyak tim besar di Eropa dan membuktikan tangan dingin Milla menangani para pemain muda. Hal ini pula yang membuat PSSI tertarik untuk merekrutnya.
Indonesia yang punya para pemain muda berbakat yang merupakan alumni timnas U-19 yang menjuarai Piala AFF beberapa tahun plus tampil di Piala Asia berharap Milla mampu menyulap tim itu menjadi skuat yang tangguh.
Meski demikian Milla mengaku bahwa hal itu semua perlu waktu dan tidak bisa buru-buru karena butuh keselarasan dari pembinaan usia muda di umur 5 hingga 17 tahun.
"Soal pemain mudah, saya kasih contoh pas saya masih jadi pemain sebelum jadi pelatih, saya juga seorang bapak. Waktu saya main di Valencia, anak saya yang umur 5 tahun sudah bermain," tutur Milla dalam acara 'A Night with The Manager' di Hotel Yasmin, Karawaci, Tangerang, Jumat (31/3/2017) malam WIB.
Di Spanyol setiap umur ada sekolah yang berbeda. Di kelompok 5-12 tahun hanya main fun, banyak main sama bola, kreativitas kita lihat dan juga talentanya. Di umur 11-13 kita ajarkan taktik, kita kombinasikan talenta yang ada dengan taktik. Lalu di umur 15-17 tahun, kita main situasi menyerang bertahan dan siap menjadi pemain profesional, baik bermain secara fisik maupun taktik."
"Penting juga yang berada di organisasi klub karena yang penting itu mental, kita mau pelatih bukan yang mementingkan karier, tapi pelatih ada untuk membantu pemain untuk menjadi pesepakbola yang hebat, pelatih mengajarkan skill dasar itu berbeda-beda di setiap umur. Pemain muda bukan hasil tapi pola permainan dan proses yang penting," sambungnya.
(mrp/rin)











































