Dari hasil pertemuan yang berlangsung di Kantor Kemenpora, Senayan, Rabu (4/4), PT LIB dan BOPI bersepakat kalau penyerahan dokumen Liga 1 batas waktunya sampai 6 April 2017. Syarat itu di antaranya legalitas, finansial, Kartu Izin Tinggal Sementara (KITAS) untuk pemain asing, dan masalah pajak.
Namun, BOPI baru menerima sebagian dari yang disyaratkan. PT LIB tak menyerahkan dokumen data pemain lokal dan asing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua Tim Verfikasi BOPI, Iman Suroso, memiliki alasan kenapa saat ini BOPI tampak lebih melunak kepada PSSI dan operator.
"Pertama PSSI sudah membuat kalender tanggal 15 April sudah kickoff. Sebetulnya memang tanggal 20 Desember 2016 kami sudah pendahuluan dengan pengurus PSSI agar mengantisipasi dan menyiapkan tim-tim yang ingin dimainkan di Liga 1. Mungkin saat itu PSSI-nya sudah sampaikan ke klub. Tapi ternyata sampai Maret mereka menentukan operatornya terlambat," kata Iman kepada detikSport melalui sambungan telepon, Jumat (7/4/2017).
"Jadi menurut saya, toleransi perlu lah, yang penting tidak menyimpang-nyimpang banget sehingga sepakbola tidak terhambat," tambahnya.
"Sebenarnya pun kami harap tanggal 6 sudah dikumpulkan semua oleh mereka. Operator pun sudah mematuhi dengan datang tanggal 6 menyerahkan dokumen. Tetapi melaporkan juga bahwa untuk data pemain mereka belum sepenuhnya mendapatkan dari klub. Kekurangan pasti banyak, tapi PSSI meminta masukan dari kita dan mudah-muahan ada perubahan," imbuhnya.
===
Keterangan foto: Iman Suroso (paling kanan)
(mcy/fem)











































