Pada hari Kamis (20/4/2017) ini timnas Indonesia U-22 sudah mulai berkumpul kembali menjalani pemusatan latihan yang berlangsung selama lima hari. Sebelum ini tim besutan Milla tersebut sudah melakukan dua laga ujicoba tanpa kemenangan; kalah 1-3 dari Myanmar dan kemudian berimbang 0-0 Persija Jakarta.
"Kami akan kembali mencari harmoni untuk tim supaya bisa bermain lebih baik lagi, konsep bermain yang bisa membuat tim bisa lebih baik lagi," ujar Milla di Tangerang, Kamis (20/4/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk bisa lebih baik lagi, saya ingin memperbaiki konsep latihan, seperti kami harus meng-improve cara bermain dan untuk lima hari ke depan itu yang menjadi fokus kami dan kami ingin dari perbaikan itu ada konsep yang lebih bagus nantinya," katanya.
Menurut Milla timnya masih memiliki banyak kekurangan. Dari penguasaan bola dan konsistensi dari pemain yang masih belum memuaskan. Oleh karena itu perlu dibuat sebuah konsep lebih baik.
"Ketika melawan Persija, kami mencoba untuk bermain baik akan tetapi lapangan tidak mendukung, tapi hasilnya baik kami bisa menahan imbang Persija. Ketika bertanding, saya ingin para pemain memiliki semangat juang yang kompetitif dan ketika ada sesuatu yang tidak aesuai dengan keinginan saya maka sudah tentu akan saya koreksi," ucapnya.
"Kalau berbicara konsep, sebenarnya tidak ada konsep baru, saya cuma ingin mengoreksi apa yang sudah kami kerjakan dan akhirnya bisa melahirkan sebuah konsep. Di mana, sebagai contoh, yang paling sederhana yang bisa kami koreksi adalah saat pertandingan melawan Myanmar, di mana kami bisa mengoreksinya dari segi konsistensi permainan.
"Babak pertama kami bermain sangat baik, ketika babak kedua kami kehilangan konsistensi dan bahkan stamina hingga akhirnya kalah dalam laga tersebut. Jika berbicara mengenai koreksi pada pertandingan melawan Myanmar adalah, pertama tidak boleh cepat kehilangan bola, kedua saya ingin bukan pemain saya yang lari mengejar bola, tetapi pemain kita yang menguasai bola.
"Dan untuk itu, untuk memperbaiki penguasaan bola, kami harus berlatih lagi soal kontrol bola, lebih baik lagi dalam mengolah bola, dan yang terpenting yang ingin saya terapkan di timnas adalah transisi. Mengapa? karena saya ingin transisi lebih otomatis, dari bertahan ke menyerang dan juga sebaliknya," kata Milla membeberkan.
(ads/krs)











































