Simon McMenemy Sebut Bhayangkara vs PS TNI seperti Perang

Simon McMenemy Sebut Bhayangkara vs PS TNI seperti Perang

Amalia Dwi Septi - Sepakbola
Sabtu, 29 Apr 2017 19:44 WIB
Simon McMenemy Sebut Bhayangkara vs PS TNI seperti Perang
Foto: Rengga Sancaya
Bekasi - Pelatih Bhayangkara FC Simon McMenemy kecewa dengan kekalahan dari PS TNI. Menurutnya pertandingan tadi seperti perang karena berjalan keras.

Pada laga yang digelar di Stadion Patriot Bekasi, Sabtu (29/4/2017), Bhayangkara FC harus pulang dengan kekalahan 1-2.

Tertinggal 0-2 lebih dulu oleh gol-gol Abaoubakar Sylla pada menit ke-37 dan Elio Martins di menit ke-87, Bhayangkara FC memperkecil ketertinggalan melalui gol Dinan Javier pada masa injury time.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sepanjang pertandingan memang kedua tim bermain dengan tensi yang cukup tinggi. PS TNI bahkan harus menerima dua kartu merah yang diberikan wasit kepada Manahati Lestusen setelah menerima kartu kuning kedua dan Abduh Lestaluhu yang memukul wajah Thiago Furtuoso.

Keributan juga sempat terjadi saat suporter dari tribun VIP yang berbaju kuning alias pendukung Bhayangkara FC yang sempat melakukan pelemparan botol ke arah lapangan dan bench PS TNI. Namun pihak keamanan langsung bergerak mengantisipasi kondisi tersebut.

"Pertandingan ini seperti perang, pertandingan ini berjalan keras. Pertandingan ini ada di luar taktik atau strategi. Pertandingan ini lebih kepada siapa tim yang punya keinginan lebih besar untuk menang. Jadi, saya sebenarnya lebih baik kalah soal taktik dibandingkan dengan kekalahan seperti ini," ujar Simon kepada wartawan

"Tak hanya di Indonesia, di Filipina juga tim tentara juga adalah tim yang kuat. Jadi, pertandingan ini lebih dari sekedar taktik dan strategi. Siapa yang punya ambisi lebih tim itulah yang akan menang," sambungnya.

Sementara itu, Simon juga turut mengomentari soal dua pemainnya yang belum tampil maksimal.

"Thiago baru sembuh dari cedera patah kaki, jadi dia belum bisa berlari dengan baik. Firman juga baru saja sembuh dari sakit, makanya dia baru dimasukan di babak kedua."

Menutup sesi konferensi pers, pelatih 33 itu pun mengaku sedikit kecewa dengan kepemimpinan wasit di laga tersebut.

"Saya pikir dalam setiap pertandingan akan terjadi sesuatu yang tidak fair. Oleh sebab itu, saya akan beradu mulut dengan pihak lawan hanya saat pertandingan saja, dan tidak setelah di luar lapangan," tandasnya.


(ads/mrp)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads