DetikSepakbola
Selasa 04 Juli 2017, 12:54 WIB

Ahmad Nufiandani: Main Bagus Dulu, Tembus Skuat Inti PS TNI Kemudian

Randy Prasatya - detikSport
Ahmad Nufiandani: Main Bagus Dulu, Tembus Skuat Inti PS TNI Kemudian Pemain PS TNI, Ahmad Nufiandani. (Foto: Randy Prasatya/Detikcom)
Cibinong - Ahmad Nufiandani masih belum bisa menembus skuat utama PS TNI. Dia akan memanfaatkan kesempatan bermain yang terbatas untuk mengambil hati Ivan Kolev.

Nama Nufiandani sempat meroket saat memperkuat Arema FC pada 2015. Dia bersinar di Piala Presiden 2015 selaku pengganti kompetisi Indonesia Super League yang berhenti akibat perselisihan PSSI dengan Kemenpora.

Permainannya dalam menyisir sisi kiri pertahanan lawan membuat sang pemain kala itu banyak diperbincangkan, apalagi ketika itu usianya masih belum genap 21 tahun.

Aksi oke Nufiandani selama membela Arema pada akhirnya membuat Aji Santoso tergoda yang kala itu melatih timnas U-23. Pemain kelahiran Kediri itupun diboyong Aji ke Sea Games 2015 di Singapura dan berhasil menyumbang dua gol. Namun, langkah Indonesia harus terhenti di babak semifinal setelah dicukur 0-5 oleh Thailand.

Setelah kembali dari timnas, Nufiandani menghadapi perjalanan baru dalam hidupnya. Dia resmi menjadi anggota TNI AD pada September 2015. Akan tetapi, dia tidak meninggalkan aktivitasnya sebagai pesepakbola dan tetap bermain untuk Arema.

Waktu pun berjalan, nasib Nufiandani di sepakbola seketika berubah. Setelah mengalami cedera di lutut kiri saat memperkuat Arema melawan Persela Lamongan di putaran pertama Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016. Dia pun terpaksa dicoret dari tim.

Pemain yang pernah dipinjamkan ke PSIS Semarang itu menepi sekitar empat bulan dan menjalani pengobatan di Jakarta. Selama pengobatan di Jakarta dia banyak berinteraksi dengan para TNI AD. Alhasil, Nufiandani pun membelok ke tim sepakbola PS TNI di akhir 2016.

Setelah tak lagi berseragam Arema, pada 3 Juli 2017, di Stadion Pakansari, untuk kali pertama berhadapan dengan Arema di laga resmi dengan balutan jersey PS TNI. Namun, di laga itu pria yang akrab disapa Dani itu baru main di menit ke-75 menggantikan Leonel Jorge Nunez.

Cuma 15 menit waktu bermain Nufiandani, namun dia berhasil membuat satu tembakan dan mengirim satu umpan yang hampir menjadi gol untuk PS TNI di akhir-akhir laga.

Dia pun ternyata menyimpan harapan di laga tersebut untuk bisa mencetak gol. Sial untuk Dani, gol tak datang laga pun berkesudahan dengan skor 0-0.

Dani sudah bermain dalam 10 pertandingan PS TNI di Liga 1 2017. Semuanya dimulai dari bangku cadangan atau sebagai pemain pengganti. Sejauh ini, belum ada kontribusi gol dan assist dari Dani.

"Tidak ada persiapan apapun sih. Karena kesempatan main terbatas jadi saya coba terus untuk memaksimalkan permainan. Padahal, kalau bisa bikin gol, saya kepingin banget cetak gol di pertandingan itu. Kalo sudah di lapangan ya harus bela tim yang dibela," kata Nufiandani di Stadion Pakansari saat ditemui pewarta di depan bus tim PS TNI.

"Tadi mungkin itu sudah strategi dari pelatih memasukan saya di menit akhir (menit ke-75). Tapi, kalau saja dikasih kesempatan lebih awal, Insya Allah hasilnya lain. Dengan status sebagai tuan rumah, tentu hasil ini kerugian buat kami. Harusnya tadi kami menang, tapi ya dikasihnya hasil seperti ini saya syukuri saja," lanjutnya.

Saat ditanya mengenai kondisi kebugarannya pasca lebaran, Nufiandani tak menampik jika ada sedikit penurunan. Dia pun berharap di laga selanjutnya bisa bermain penuh untuk membuktikan bahwa kualitasnya masih oke.

"Masih ada sedikit-sedikitlah. Ya, mungkin kebanyakan makan ketupat waktu lebaran, jadi cuma bisa kontribusi sedikit. Kalau bisa dikasih main penuh ya saya senang, tapi yang penting tim saya dapat hasil bagus tidak apa-apa," tutup Nufiandani.



(cas/fem)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed